Shabaab Somalia Bantah Akan Serang Kenya
.jpg)
Kelompok pejuang Somalia al-Shabaab pada hari Jumat kemarin (22/1) mengeluarkan pernyataan yang membantah bahwa mereka mengancam akan menyerang Kenya menyusul tindakan keras militer Somalia di ibukota Nairobi, dan mengatakan bahwa rekaman yang diposting di internet itu adalah palsu.
Kekhawatiran baru atas link dari kelompok Al-Shabaab dengan jaringan Al-Qaidah dan gerakan Al-Qaidah di Yaman serta serangan terhadap rumah kartunis Denmark yng dilakukan seorang pria Somalia yang mengacung-acungkan kapak ke arah kartunis Denmark yang dituduh ada hubungan dengan kelompok al-shabaab telah memusatkan perhatian dunia terhadap kelompok militan ini.
Sebuah rekaman yang diposting di internet berisi ancaman yang disusun oleh Al-Shabaab yang marah terhadap keputusan Kenya untuk mendeportasi seorang ulama Jamaika dan kematian beberapa pengunjuk rasa di Nairobi yang turun ke jalan seminggu yang lalu telah menimbulkan gelombang demonstrasi perlawanan.
Namun juru bicara al-Shabaab Syaikh Ali Mohamud Rage kepada Reuters melalui telepon menyatakan bahwa kelompok mereka tidak memposting rekaman tersebut.
"Kami telah mencapai perbatasan, kami akan memasuki kenya, insya Allah kita akan mendapatkan Nairobi. Insya Allah kita akan mendapatkan Nairobi," kata sepotong nyanyian capella yang kontinyu berdurasi enam menit, diselingi dengan pidato dan suara tembakan.
"Kami tidak mengancam kenya. Laporan itu adalah palsu. Kami tidak pernah mempostingnya di internet ... Segala sesuatu harus perlu diperiksa terlebih dahulu oleh media untuk memastikan mereka tahu apa yang mereka tulis," kata Rage.
Al-Shabaab, yang oleh Washington dikatakan sebagai proxy al-Qaidah di Tanduk Afrika, telah secara lisan mengancam akan menyerang Kenya di masa lalu. Tapi kemarahan telah meningkat di antara masyarakat Somalia dalam beberapa hari setelah pasukan keamanan Kenya menahan ratusan warga Somalia yang tinggal di pinggiran kota Nairobi.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Banjir Bandang Hancurkan Proyek 'Tembok Gaza' Mesir
Sabtu, 23/01/2010 04:57 WIB - Suriah dan Hizbullah Waspadai Serangan Mendadak Israel
Jumat, 22/01/2010 17:39 WIB - Hugo Chavez: Senjata AS Penyebab Gempa Bumi di Haiti
Jumat, 22/01/2010 16:27 WIB - Defne Tak Pernah Menyesali Kematian Suaminya Membom CIA
Jumat, 22/01/2010 15:20 WIB - Thariq Ramadhan dan Adam Habib Bebas Masuk Amerika
Jumat, 22/01/2010 15:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




