Sheikh Muhammad : Bukan Resesi Tapi Tantangan
Sesudah dihantam badai krisis, akibat gagal membayar utang, sekarang Dubai mempunyai peluang untuk kembali bangkit, ungkat penguasa Dubai, Sheikh Muhammad. Dalams sebuah wawancara yang eksklusif dengan CNN, Sheikh Muhammad bin Rashid Makhtoum, mengatakan bahwa resesi global adalah sebuah tantangan bagi negaranya.
Kerajaan dibawah Sheikh Rashid telah mengambil langkah preventif untuk mengatasi ekonomi, dan melakukan restrukturisasi menghindari dampak resesi global, yang sampai sekarang belum pulih. Semua perusahaan di Dubai telah direstrukturisasi dengan langkah-langkah strategis yang bertujuan menyehatkan ekonomi Dubai.
Dubai sempat 'collaps' ekonominya, karena gagal melakukan pembayaran pinjaman, akibat pembangunan proyek proverti yang gagal. Akibat kegagalan pembayaran itu, menyebabkan ekonomi Dubai terseret ke dalam resesi. Tetapi, kini menampakan pemulihannya.
"Saya tidak mengatakan resesi, tetapi tantangan", ujar Sheikh Muhammad, yang sekarnag menjadi penguasa Dubai, serta memegang jabatan sebagai Perdana Menteri Uni Emirat Arab. "Perusahaan di restrukturisasi, karena adanya perkembangan dunia, dan anda tidak dapat menghentikan langkah-langkah restrukturisasi", tegasnya.
Dubai merupakan rumah yang memiliki air port terbesar di Timur Tengah, memiliki maskapai penerbangan terbesar, dan memiliki pelabuhan terbesar di sekawasan negara Teluk. Dalam dua dekade ini, Emirat berhasil menciptakan lembaga keuangan, turis, dan logistik, dan semuanya membawa kemajuan bagi Emirat di kawasan Teluk.
Pemerintah Dubai melakukan restrukturisasi utangnya yang nilainya berjumlah $ 23.5 miliar dolar, langkah-langkah penyehatan ekonomi terus dilakukan dengan perlahan-lahan. Sekarang sedang berlangsung negosiasi dengan berbagai perusahaan menyelesaikan utang-utang yang ada.
Dalam waktu yang sama, jasa perusahaan pengiriman barang (cargo), perusahaan penerbangan Emirat, melakukan pembelian pesawat baru secara kolosal, yang menghabiskan dana $ 11.5 miliar dolar, guna membeli pesawat-pesawat yang baru. Ini menunjukkan adanya pertumbuhan penumpang maskapai penerbangan Emirat sebesar 21 persen. Sebuah langkah strategis telah diambil oleh Sheikh Muhammad untuk menyelamatkan ekoominya di masa krisis. (m/cnn)
Lainnya (Arsip)
- Kejamnya Blokade Israel Dibuat dalam Versi Game Online
Kamis, 24/06/2010 12:14 WIB - Untuk Apa Helikopter-Helikopter Israel Mendarat di Bandara Arab Saudi?
Kamis, 24/06/2010 12:14 WIB - Mujahidin Kashmir Berhasil Tewaskan Petinggi Militer India
Kamis, 24/06/2010 10:22 WIB - Dewan Islam Filipina Juga Fatwakan Rokok Haram
Kamis, 24/06/2010 10:13 WIB - Penyelenggara Armada: Kami Akan Tuntut Israel di Mahkamah Internasional
Kamis, 24/06/2010 09:42 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




