Shin Bet Akui Tembok Pemisah Pemicu Serangan terhadap Warga Israel

Badan intelejen domestik Israel-Shin Bet- menyatakan, tembok pemisah di Tepi Barat memicu aksi-aksi serangan terhadap warga Israel, yang dilakukan warga Arab di Yerusalem Timur yang merasa diisolasi dan dipisahkan dari saudara-saudara mereka di Palestina.
"Tembok itu menjadi pemisah antara Yerusalem dan Tepi Barat. Sementara rakyat Palestina sejak lama menjadi Yerusalem sebagai agenda perjuangan mereka," demikian pernyataan Shin Bet.
Israel membangun tembok pemisah di Tepi Barat dengan alasan untuk mencegah aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh orang-orang Palestina. Tembok itu menyebabkan rakyat Palestina makin terisolasi dari kota Yerusalem, kota yang akan mereka jadikan sebagai ibukota jika negara Palestina berdiri nanti. Pembangunan tembok pemisah itu tidak pernah diakui oleh dunia internasional.
Shin Bet mengeluarkan pernyataan yang tidak biasa ini, menyusul maraknya aksi-aksi serangan terhadap warga Israel di Tepi Barat sepanjang tahun ini, diantaranya tiga serangan dengan menggunakan mobil yang menyebabkan sejumlah warga Israel tewas dan luka-luka. Meskipun dari ketiga kasus ini, Shin Bet mengakui tidak menemukan kaitan antara pelaku dengan kelompok-kelompok pejuang Palestina.
"Dulu, para teroris dari Yerusalem Timur melakukan aksinya, biasanya atas instruksi dari kelompok-kelompok pejuang di Jalur Ghaza dan Tepi Barat. Tapi dalam beberapa bulan ini terjadi perubahan. Para teroris di Yerusalem Timur melakukan aksinya atas insiatif sendiri," kata Shin Bet yang menyebut para pelaku serangan sebagai teroris. (ln/arb)
Lainnya (Arsip)
- Dewan Syariah Inggris Ijinkan Anjing Dibawa Masuk ke Area Masjid
Kamis, 25/09/2008 15:24 WIB - Presiden George W. Bush Akui Ekonomi AS Sudah Runtuh
Kamis, 25/09/2008 12:38 WIB - Pesawat Tempur Prancis dan Yunani Kawal Pesawat Komersial Israel
Kamis, 25/09/2008 10:53 WIB - Tim Kajian AS: Pemerintah Harus Segera Perbaiki Hubungan dengan Dunia Islam
Kamis, 25/09/2008 10:29 WIB - Livni Mulai Berani Ancam Palestina
Rabu, 24/09/2008 17:39 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




