Siapakah George Soros?

Kamis, 11/02/2010 13:00 WIB | Arsip | Cetak

George Soros

Nama George Soros beberapa hari ini tengah santer, terutama di Indonesia. Di dunia, ia disinyalir mulai beralih kepada emas sebagai asset kekayaannya. Di Indonesia, apalagi kalau pertemuannya dengan wakil presiden negeri ini, Boediono. Siapakah sebenarnya George Soros?

George Soros (Hungaria: György Schwartz) lahir di Budapest, Hungaria, 12 Agustus 1930. Menurut wikipedia berdasarkan "The Capitalist Threat," ia dikenal sebagai seorang kapitalis radikal, pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros adalah seorang Yahudi dan pernah dipenjarakan sewaktu saat Perang Dunia I. Ia menyebutkan bahwa keluarganya sangat menanamkan nilai-nilai Yahudi.

George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang dan menyebabkan krisis ekonomi di Asia. Beberapa negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand, yang menyebabkan mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah, bahkan sampai sekarang ini terasa efeknya (dollar Amerika terhadap rupiah Indonesia dulu sekitar Rp 2000-2400, sekarang menjadi Rp 9000-9500, bahkan bisa lebih dari itu).

Hong Kong, Malaysia, dan Filipina juga terpengaruh, tapi tidak sebesar tiga negara sebelumnya. Tiongkok, Taiwan, dan Singapura hampir tidak terpengaruh. Jepang tidak terpengaruh banyak tapi mengalami kesulitan ekonomi jangka panjang. Umumnya di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia, Soros dianggap lebih negatif sebagai kriminal ekonomi yang membuat ketidakstabilan ekonomi Asia, karena dengan jumlah simpanan uangnya yang besar mengguncang nilai mata uang Asia.

Di Inggris, George Soros terkenal akan tindakannya yang mengguncang Bank Inggris, yang terkenal akan peristiwa "Hari Rabu Hitam" pada tahun 1992. Soros mempunyai cadangan uang yang sangat banyak dan membeli kemudian menjual Poundsterling yang mempunyai nilai sekitar 10 milliar Poundsterling. Banyak spekulan yang kebingungan darimana Soros bisa memiliki uang dalam jumlah besar itu.

Soros berusia tiga belas tahun pada Maret 1944 ketika Nazi Jerman mengambil kontrol militer Hungaria. Ia bekerja untuk Dewan Yahudi. Untuk menghindari anaknya ditangkap oleh Nazi, ayah Soros membayar karyawan Departemen Pertanian agarSoros menghabiskan musim panas tahun 1944 tinggal bersamanya, dan menyamar sebagai anak baptisnya. Soros muda harus menyembunyikan keyahudiannya bahkan saat itu resmi sebagai pengawas penyitaan harta Yahudi.

Pada tahun berikutnya, Soros selamat dari pertempuran di Budapest di mana pasukan Soviet dan Jerman bertempur dari rumah ke rumah.

Soros beremigrasi ke Inggris pada 1947 dan lulus dari London School of Economics pada tahun 1952. Sambil menjadi mahasiswa dari filsuf Karl Popper, Soros bekerja sebagai penjaga pintu kereta api dan sebagai pelayan. (sa/wikipedia)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang