Sidang Pertama Martir Jilbab Dijaga Ketat

Selasa, 27/10/2009 10:46 WIB | Arsip | Cetak

Polisi Jerman mengerahkan sekitar 200 aparatnya untuk menjaga jalannya proses pengadilan terhadap kasus pembunuhan Marwa Al-Sharbini di kota Dresden, Jerman, Senin (26/10) waktu setempat.

Penjagaan keamanan dilakukan dengan ketat. Para wartawan dan warga yang ingin menyaksikan jalannya pengadilan harus melewati proses pemeriksaan yang memakan waktu cukup lama, layaknya pemeriksaan penumpang di bandara. Polisi Dresden juga menutup akses jalan menuju ke gedung pengadilan dan melakukan sistem barikade di sekeliling ruang pengadilan.

Duduk di kursi terdakwa, seorang pemuda Jerman yang oleh pihak pengadilan hanya diidentifikasi bernama Alex Wiens. Di ruang pengadilan, Alex ditempatkan di sebuah ruangan berkaca anti-peluru. Ia adalah pemuda Jerman keturunan Rusia yang menusuk Marwa Al-Sharbini sebanyak 16 kali hingga Marwa yang saat kejadian sedang hamil tiga bulan, meninggal dunia.

Peristiwa mengenaskan terjadi pada tanggal 1 Juli 2009 di ruang pengadilan kota Dresden, ketika Marwa akan memberikan kesaksian atas tindakan rasial yang dilakukan Alex terhadap Marwa. Alex berulangkali menyerang Marwa hanya karena Marwa mengenakan jilbab. Karena pengorbanan Marwa mempertahankan kehormatannya sebagai muslimah berjilbab, Marwa diberi gelar "Martir Jilbab".

Persidangan terhadap kasus pembunuhan Marwa Al-Sharbini dihadiri oleh Dubes Mesir untuk Jerman, Ramzy Ezzeldin Ramzy serta perwakilan dari kantor kejaksaan kota Alexandria, kampung halaman Marwa. Banyak diantara warga yang menyaksikan proses persidangan mengenakan lencana bertuliskan "Martir Jilbab".

Jaksa penuntut dari Jerman maupun pemerintahan Mesir menuntut hukuman maksimum bagi Alex Wiens. "Dia (Alex telah menikam Marwa dan suaminya atas dasar kebencian terhadap etnis non-Eropa dan terhadap Muslim. Dia ingin membinasakan mereka," kata jaksa penuntut, Frank Heinrich.

Pembacaan tuntutan terhadap Alex Wiens menurut jadwal, akan dilaksanakan tanggal 11 November mendatang

Sementara itu, komunitas Muslim Jerman yang berkumpul di dekat gedung pengadilan, membentangkan spanduk yang isinya menuntut hukuman berat bagi pelaku pembunuhan berlatarbelakang rasial. "Banyak orang di dalam dan di luar Jerman yang sedang mengarahkan pandangannya ke kota Dresden dan berharap bisa melihat pelaku pembunuhan itu dihukum berat," kata Nabil Yacoub, seorang warga Muslim Jerman.

Alex Koehler, presiden German Central Council of Muslims menyatakan, komunitas Muslim memberi perhatian besar atas jalannya persidangan dan melakukan langkah antisipasi untuk melindungi para muslimah yang merasa khawatir akan keselamatan mereka.

Insiden pembunuhan terhadap Marwa Al-Sharbini yang terjadi di depan keluarga dan aparat penegak hukum di Jerman merupakan insiden yang membuat banyak pihak terkejut dan menuding pemerintah Jerman abai dalam merespon tindak kejahatan berdasarkan kebencian terhadap komunitas Muslim di negeri itu. (ln/iol/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang