Konferensi Imam Prancis Dukung Larangan Cadar

Senin, 25/01/2010 09:41 WIB | Arsip | Cetak

Rencana Prancis memberlakukan larangan mengenakan cadar di tempat-tempat umum menimbulkan polemik di kalangan komunitas Muslim sendiri. Terutama setelah organisasi Konferensi Imam Prancis menyatakan mendukung kebijakan tersebut yang menuai kritik keras dari komunitas Muslim lainnya.

Ketua Konferensi Imam Prancis-wadah organisasi para imam Muslim di Prancis-Hassan Chalghoumi menyatakan organisasinya mendukung dibuatnya aturan yang melarang penggunaan cadar di negeri itu atas dasar pertimbangan bahwa mayoritas ulama Muslim sepakat Islam tidak mewajibkan muslimah mengenakan penutup muka. Sementara komunitas Muslim yang mengecam larangan cadar beralasan bahwa setiap orang berhak untuk mengenakan pakaian yang ingin dikenakannya, termasuk para muslimah yang memutuskan mengenakan cadar atau burka.

Chalghoumi berpendapat, isu cadar sudah dieksploitasi sedemikian rupa untuk menodai citra komunitas Muslim di Prancis dan di Barat pada umumnya. "Kami ingin mengakhiri polemik yang hanya memperburuk citra Islam dan Muslim. Oleh sebab itu kami mengambil keputusan untuk mendukung larangan cadar," ujarnya.

Ia menyayangkan organisasi-organisasi Muslim di Prancis yang menurutnya cuma diam melihat polemik ini. "Karena masalah cadar yang sebenarnya tidak diwajibkan oleh agama, serangan terhadap kaum muslimah yang berjilbab dan serangan ke masjid-masjid meningkat," tukas Chaulghoumi.

Meski demikian, sikap yang diambil Konferensi Imam Prancis menimbulkan resistensi dari komunitas Muslim lainnya. Pimpinan French Council for the Muslim Religion (CFCM), Mohammed Moussaoui menegaskan bahwa pihaknya tetap menilai bahwa larangan cadar merupakan pelanggaran atas kebebasan dalam menjalankan ibadah, terutama bagi para muslimah.

Hal serupa diungkapkan Presiden French Union of Islamic Organizations (l’UOIF), Fuad Alaoui. Menurutnya, sikap Konferensi Imam Prancis hanya menambah panas polemik larangan bercadar dan merupakan tamparan bagi komunitas Muslim di Negeri itu.

Komisi di Parlemen Prancis hari Selasa lusa rencananya akan memberikan keputusan apakah akan menyetujui dikeluarkan aturan hukum soal larangan mengenakan cadar di tempat-tempat umum.(ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang