Mewaspadai Simulasi "Orange Flame" Israel

Selasa, 05/01/2010 13:19 WIB | Arsip | Cetak

Israel akan menggelar latihan simulasi untuk menghadapi serangan senjata biologi selama dua hari, pada hari Rabu dan Kamis mendatang. Latihan itu merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarah Israel yang melibatkan lebih dari 1.000 relawan untuk ikut dalam simulasi itu.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan, latihan yang diberi kode "Orange Flame" akan dilaksanakan di kota Tel Aviv, Ramat Gan dan Holon. Tujuannya untuk mengevaluasi kemampuan Komando Garda Depan, petugas medis, tim penyelamat dan aparat pemerintahan kota setempat dalam merespon bencana yang ditimbulkan akibat serang senjata biologi oleh kelompok teroris atau yang terjadi karena insiden kecelakaan.

"Simulasi ini untuk melatih negara ini dalam menghadapi serangan teroris yang menggunakan senjata biologi," kata Brigadir Jenderal Ze'ev Snir dari departemen pertahanan Israel.

Latihan besar-besaran menghadapi serangan senjata biologi yang dilakukan Israel menimbulkan tanda tanya apakah latihan itu sekedar simulasi biasa atau rejim Zionis itu sedang merencanakan 'perang' baru menggunakan senjata biologi karena pada saat yang sama, Komando Garda Depan Israel berencana membagi-bagikan perlengkapan alat perlindungan seperti masker anti-gas, pada seluruh warga Israel mulai akhir Februari mendatang.

Rencana itu sudah disetujui oleh kabiner pekan kemarin. Israel mempekirakan jumlah penduduknya sampai tahun 2013 mencapai delapan juta jiwa. Awalnya, alat tersebut hanya akan disediakan untuk 60 persen penduduk saja, tapi diputuskan bahwa seluruh warga Israel akan dibekali perlengkapan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak dan anggota parlemen Israel, Matan Vinai yang mengelola Komando Garda Depan Israel menyatakan, keputusan untuk membekali seluruh warga Israel dengan alat perlindungan diri berupa masker anti-gas setelah pihaknya melakukan penilai strategis bahwa bakal terjadi ketegangan di masa-masa mendatang dimana Israel menghadapi ancaman serangan roket dan misil.

Faktanya menunjukkan bahwa Israel sendiri sudah menggunakan zat kimia berbahaya dalam serangan-serangan udara yang dilakukannya ke Jalur Gaza. Hal tersebut terungkap setelah tim peneliti dari Italia yang tergabung dalam Italian New Weapons Committee meneliti amunisi dan bahan-bahan yang terkandung dalam bom-bom Israel yang digunakan untuk membombardir Jalur Gaza.

Tim peneliti menyatakan bahwa saat ini warga Gaza dalam bahaya karena tanah di Gaza sudah terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya yang berasal dari bom-bom Israel. Menurut mereka, yang terkena dampaknya bukan hanya manusia tapi juga tumbuh-tumbuhan dan hewan.

"Studi yang kami lakukan menunjukkan ada elemen beracun yang tidak lazim di tanah. Elemen itu antara lain berupa kandungan metal yang bisa menyebabkan tumor dan kemandulan dan bisa menimbulkan dampak serius bagi bayi-bayi yang akan lahir. Mereka akan mengalami gangguan genetik atau cacat," kata Paola Manduca, juru bicara Komite. (ln/hrz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang