Spanyol Boikot Universitas Israel

Selasa, 22/09/2009 22:13 WIB | Arsip | Cetak

Kabar mengejutkan datang dari negara Matador. Spanyol dilaporkan telah mendiskualifikasi Universitas Ariel of Samaria Israel (AUCS) dari kompetisi universitas bergengsi yang dilakukan di Madrid. Dengan langkah ini, Spanyol meniru beberapa langkah negara Eropa dalam usaha menegakkan hukum internasional. Saat ini, beberapa negara Eropa memang memboikot lembaga-lembaga dan perusahaan-perusahaan Israel, dengan alasan dan pemukiman kolonial yang dibangun di atas tanah Palestina yang dijajah.

Universitas Ariel of Samaria adalah salah satu dari 21 tim yang dipilih April lalu untuk bersaing dalam Solar Decathlon-Madrid 2010, kompetisi paling bergengsi dalam hal arsitektur nya di dunia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Departemen Perumahan Spanyol bersama dengan Politécnica Universidad de Madrid.

Dalam kompetisi ini telah dipilih arsitek dan mahasiswa teknik untuk merancang dan membangun rumah yang nyata sepenuhnya didukung oleh energi matahari. Untuk memfasilitasi partisipasi dari berbagai tim, Kementerian Perumahan Spanyol mengalokasikan 100.000 Euro untuk setiap proyek.

Dan pada Rabu pekan lalu, Sergio Vega, Direktur Jenderal Solar Decathlon Eropa mengemukakan bahwa AUCS dikeluarkan dari kompetisi.

"Keputusan telah diambil oleh Pemerintah Spanyol didasarkan pada kenyataan bahwa Universitas ini terletak di [diduduki] Tepi Barat. Pemerintah Spanyol wajib menghormati perjanjian internasional dalam kerangka Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai wilayah geografis ini. "

Ini merupakan kasus pertama sanksi terhadap lembaga akademis Israel di Spanyol dan salah satu dari tindakan-tindakan seperti itu pertama di Barat.

Keputusan ini sebelumnya telah memperoleh dukungan dari banyak individu dan organisasi di Spanyol. Pemerintah Spanyol mengikuti keputusan pemerintah Inggris yang tidak menyewa kantor dari pembangun permukiman Israel Imamat Leviev dan divestasi Dana Pensiun Norwegia dari Elbit Systems, sebuah perusahaan Israel yang menyediakan alat-alat pengintai ke tembok besi yang dibangun Israel untuk memisahkan wilayah Palestina dan Israel. (sa/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang