Spanyol Boikot Universitas Israel
Kabar mengejutkan datang dari negara Matador. Spanyol dilaporkan telah mendiskualifikasi Universitas Ariel of Samaria Israel (AUCS) dari kompetisi universitas bergengsi yang dilakukan di Madrid. Dengan langkah ini, Spanyol meniru beberapa langkah negara Eropa dalam usaha menegakkan hukum internasional. Saat ini, beberapa negara Eropa memang memboikot lembaga-lembaga dan perusahaan-perusahaan Israel, dengan alasan dan pemukiman kolonial yang dibangun di atas tanah Palestina yang dijajah.
Universitas Ariel of Samaria adalah salah satu dari 21 tim yang dipilih April lalu untuk bersaing dalam Solar Decathlon-Madrid 2010, kompetisi paling bergengsi dalam hal arsitektur nya di dunia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Departemen Perumahan Spanyol bersama dengan Politécnica Universidad de Madrid.
Dalam kompetisi ini telah dipilih arsitek dan mahasiswa teknik untuk merancang dan membangun rumah yang nyata sepenuhnya didukung oleh energi matahari. Untuk memfasilitasi partisipasi dari berbagai tim, Kementerian Perumahan Spanyol mengalokasikan 100.000 Euro untuk setiap proyek.
Dan pada Rabu pekan lalu, Sergio Vega, Direktur Jenderal Solar Decathlon Eropa mengemukakan bahwa AUCS dikeluarkan dari kompetisi.
"Keputusan telah diambil oleh Pemerintah Spanyol didasarkan pada kenyataan bahwa Universitas ini terletak di [diduduki] Tepi Barat. Pemerintah Spanyol wajib menghormati perjanjian internasional dalam kerangka Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai wilayah geografis ini. "
Ini merupakan kasus pertama sanksi terhadap lembaga akademis Israel di Spanyol dan salah satu dari tindakan-tindakan seperti itu pertama di Barat.
Keputusan ini sebelumnya telah memperoleh dukungan dari banyak individu dan organisasi di Spanyol. Pemerintah Spanyol mengikuti keputusan pemerintah Inggris yang tidak menyewa kantor dari pembangun permukiman Israel Imamat Leviev dan divestasi Dana Pensiun Norwegia dari Elbit Systems, sebuah perusahaan Israel yang menyediakan alat-alat pengintai ke tembok besi yang dibangun Israel untuk memisahkan wilayah Palestina dan Israel. (sa/wb)
Lainnya (Arsip)
- Taliban: Tidak Karzai, Tidak Pula Abdullah Abdullah
Selasa, 22/09/2009 21:40 WIB - Wilders: Denda 1.461 dollar Untuk Perempuan Muslimah Yang Mengenakan Jilbab
Selasa, 22/09/2009 21:11 WIB - Untuk Pertamakalinya, Lebaran di Belgia Tanpa Mobil
Selasa, 22/09/2009 17:28 WIB - Pemerintah Turki Akhirnya Ijinkan Drama Berbahasa Kurdi
Selasa, 22/09/2009 17:28 WIB - Ulama Senior Kaukakus Dibunuh pada Hari Idul Fitri
Senin, 21/09/2009 21:09 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




