Standar Ganda Belanda : Menghina Nabi Boleh, Mencela Holocaust Dapat Dituntut

Sebuah organisasi Arab telah mengecam "standar ganda" yang diterapkan kantor jaksa penuntut umum Belanda yang telah membawa mereka ke pengadilan atas publikasi kartun Holocaust yang dianggap menyinggung Yahudi.
"Kartun ini adalah diskriminatif",kata jaksa penuntut terhadap sketsa di situs Liga Arab Eropa yang katanya menggambarkan holocaust Nazi hanya imajinasi dan isapan jempol kaum Yahudi.
"Ini adalah serangan kepada orang Yahudi sebagai sebuah kelompok," kata sebuah pernyataan.
Bulan lalu, kejaksaan Belanda memerintahkan supaya Liga Arab Eropa (AEL) untuk menghapus kartun tersebut dari situs web mereka atau mereka akan menghadapi tuntutan hukum.
Menurut temuan mereka (kejaksaan Belanda), gambar kartun itu dapat dituntut dengan hukuman, "karena menyinggung perasaan orang Yahudi berdasarkan ras atau agama."
Pada saat yang sama, kejaksaan Belanda telah mengumumkan mereka tidak akan menempatkan anggota parlemen sayap kanan Geert Wilders untuk diadili atas tindakan menyebarkan kartun Nabi Muhammad Denmark yang kontroversial di situsnya.
Hasil temuan mereka bahwa kartun tersebut tidak menghina umat Islam, atau menghasut kebencian, diskriminasi atau tindakan kekerasan untuk melawan umat Islam.
Standar Ganda
Liga Arab Eropa (AEL) yang semula menyetujui untuk menghapus kartun holocaust dari situs web mereka akhirnya memutuskan untuk memasukkan kembali kartun itu sebagai bentuk protes terhadap keputusan kejaksaan Belanda yang mereka gambarkan sebagai tidak adil dan sulit dipahami.
"Standar ganda sedang diterapkan," kata sebuah pernyataan di situs liga Arab Eropa, yang juga menyatakan bahwa mereka mendukung hak dari warga Arab dan komunitas Muslim di Eropa.
AEL mengatakan telah menggunakan kartun Holocaust ketika memulai sebuah kampanye pada bulan Februari 2006 untuk "menggambarkan moral ganda Barat selama kasus kartun Nabi Denmark."(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Beginilah Nasib Anak-Anak Irak Akibat Persenjataan AS
Kamis, 03/09/2009 07:31 WIB - Gaddafi Menyerukan Penutupan Kedutaan Israel di Afrika
Rabu, 02/09/2009 15:43 WIB - Jamaat-e-Islami Pakistan Minta Dunia Menyelamatkan Al-Aqsha
Rabu, 02/09/2009 14:43 WIB - Buka Puasa Bersama Presiden AS: Islam Agama yang Besar
Rabu, 02/09/2009 14:28 WIB - Onta Jadi Pemicu Ketegangan Hubungan Mesir-Israel
Rabu, 02/09/2009 13:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




