• Kamis, 29 Ramadhaan 1431/ 9 September 2010
 
 

Strategi Baru Pakistan: "Cuci Otak" Tahanan Pejuang Taliban

Sebagai negara yang dicekam oleh perlawanan dari kelompok Taliban, pemerintah Pakistan berencana untuk melakukan proyek cuci otak (brainwashing) terhadap ratusan militan - bekerjasama dengan pemerintah Arab Saudi.

"Kami akan menyiapkan sel khusus untuk para tahanan militan seperti yang dilakukan di Arab Saudi, di mana mereka (para militan) akan ditangani secara psikologis oleh psikiater senior," Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan kepada IslamOnline.net Senin kemarin (14/12).

"Kami memiliki 2.000 militan dalam tahanan kami. Banyak dari mereka berada pada tahap awal pelatihan dan belum pernah secara total dirubah menjadi militan sejati. Kami akan mencoba untuk menderadikalisasi mereka.

"Kami akan berkonsultasi dengan para pejabat Saudi dalam hal ini dan akan mencoba mengambil keuntungan dari pengalaman mereka menangani para militan."

Seorang pejabat senior kementerian dalam negeri yang tidak mau disebutkan namanya - menegaskan bahwa pemerintah telah merencanakan dua bentuk strategi untuk de-radikalisasi pejuang Taliban.

"Para militan yang sangat radikal, termasuk pimpinan puncak, akan diadili di pengadilan militer, yang terdiri dari seorang brigadir dan dua kolonel," katanya kepada IOL.

"Para militan kelas rendah akan dikirim ke penjara yang telah di set khusus, di mana mereka akan dicuci otak oleh seorang psikolog senior."

Pakistan dalam cengkeraman perlawanan yang sengit, dengan lebih dari 2.680 orang tewas dalam serangan sejak Juli 2007.

Pada bulan April, pemerintah melancarkan serangan ke Lembah Swat militan untuk menumbangkan Taliban dari daerah tersebut.

Terakhir, tentara melancarkan serangan mematikan ke Waziristan Selatan, yang menjadi hub bagi Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), sebuah kelompok gabungan dari berbagai kelompok Taliban di wilayah kesukuan utara.

Malik, menteri dalam negeri Pakistan bersikeras bahwa pemerintah tidak akan membuat konsesi untuk para militan radikal.

"Mereka sedang mencoba. Tidak ada konsesi untuk mereka, "katanya.

"Namun, akan ada keringanan hukuman bagi mereka yang ingin "bertobat" dari kesalahan mereka.

"Itu sebabnya kami akan mendirikan sebuah sel eksklusif bagi pemuda yang salah arah sejalan dengan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, di mana mereka akan direformasi otaknya melalui perawatan psikologis."

Namun psikiater sendiri melihat usaha ini memakan waktu.

"Ini adalah langkah yang bagus, tetapi kita tidak boleh mengharapkan hasil dalam hitungan minggu atau bulan," Dr Haider Rizvi, seorang veteran psikiater, mengatakan kepada IOL.

"Ini adalah proses yang memakan waktu, terutama dalam hal ini, di mana pasien (tahanan militan) telah di brainwashing dengan alasan agama."

Dia sendiri tampaknya tidak terlalu yakin hasil  dari proses cuci otak tersebut.

"Otoritas AS menggunakan psikolog untuk melakukan penyiksaan mental para tahanan di Teluk Guantanamo atas nama cuci otak. Tapi sebenarnya, hal itu bukan cuci otak dan terbukti tidak berhasil, "katanya.

"Namun, jika fenomena ini digunakan dengan cara yang positif, dapat memberikan hasil."

Dr Rizvi melihat beberapa rintangan untuk mende-radikalisasi militan Taliban.

"Yang pertama dan terpenting rintangan akan ketersediaan spesialis berpengalaman dan psikolog, yang sayangnya belum ada saat ini," katanya.

"Ada empat atau lima orang pria psikolog klinis di Pakistan, yang saya khawatir tidak akan cukup untuk berurusan dengan jumlah tahanan yang banyak."

"Para psikolog dapat membuat perbedaan, tetapi tidak dapat mengubah hal-hal dari hitam menjadi putih," katanya.

"Untuk ini, Anda harus mengatasi akar penyebab masalahnya," katanya, dalam referensi secara tidak langsung yang jadi trouble makernya adalah Amerika Serikat dan kebijakan Pakistan vis-à-vis perang melawan teror.

Khalique Abdul Ali, seorang analis yang berbasis di Karachi sepakat dengan pernyataan tersebut.

"Langkah-langkah ini hanya buang-buang waktu. Aku tidak tahu apa yang ingin diperoleh pemerintah dari ide ini? "

"Darah orang tak bersalah yang tertumpah akan terus menciptakan lebih banyak militan dan lebih militan dari yang sebelumnya. Berapa banyak yang akan ditangani oleh pemerintah?"(fq/iol)

Selasa, 15/12/2009 10:13 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

BSM Mobile Banking
BSM Mobile Banking merupakan salah satu fitur dari BSM yang memberikan kemudahan bagi para nasabahnya, salah satu syarat untuk mendapatkan kemudahan ini adalah dengan datang k...

Tabungan iB Rencana
Tabungan iB Rencana adalah tabungan berencana dari Bank Syariah Bukopin. Tabungan iB Rencana merupakan jenis tabungan berjangka dengan potensi bagi hasil yang kompetitif guna ...

PERTANYAAN UMUM EKONOMI SYARIAH
Jual Beli Istishna? Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli, mustashni...

Simulasi Tabungan Rencana
Menabung adalah bagian dari perencanaan keuangan untuk masa depan. Namun, terkadang dengan segala kebutuhan dan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari terkadang menabung adalah ...

 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Kiat Mengajak Anak Mempertahankan Puasa

.Ini si Zaki sudah dua minggu puasa belum pernah tinggal,. demikian ayahnya membanggakan anak laki-laki kecilnya yang berusia 8 tahun.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.