Suami-Suami 'Sayang' Istri di Arab
Gara-gara bertengkar dengan istri dan minggatnya belahan hati ke rumah orang tuanya, seorang suami di kota Al-Khabar, Saudi Arabia, meminta maaf kepadanya dengan cara memajang spanduk raksasa di jembatan penyeberangan, di dekat rumah keluarga sang istri.
Dalam spanduk itu, tertulis pernyataan dari pihak suami yang berbunyi "May, maafkanlah diriku, demi Tuhan, aku sangat mencintaimu".
Surat kabar Saudi Arabia Ukazh (7/12) mengabarkan, pihak suami terlibat pertengkaran dengan istri. Buntutnya, pihak istri pun minggat ke rumah orang tuanya. Ketika suaminya sadar akan kekhilafannya, ia pun berusaha untuk meminta maaf.
Berbagai cara untuk menghaturkan permintaan maaf kepada istrinya telah ia lakukan, mulai dari mengirim sms, fax, sampai mengirim perantara. Sayangnya, semua usaha suami tak membuahkan hasil, sia-sia. Si istri tetap saja "mutung".
Akhirnya, tercetuslah pikiran untuk menyatakan permintaan maaf lewat spanduk berukuran besar, dan dipajang di jembatan penyeberangan di dekat rumah keluarga si istri.
"Ada dua alasan mengapa saya pasang spanduk permintaan maaf itu di jembatan penyeberangan tersebut. Pertama, spanduk itu akan menarik perhatian, dan kedua, posisinya dekat dengan rumah keluarga istri saya," kata si suami.
Diakui oleh si suami, ini adalah upaya lanjutannya untuk mengembalikan istrinya. "Saya berharap, usaha ini akan membuahkan hasil, dan istri saya akan kembali ke rumah (saya)," katanya.
Sebelumnya, cara meminta maaf para suami Arab kepada istri mereka dengan memasang spanduk berukuran raksasa juga pernah dilakukan oleh seorang suami dari Mesir. Ia menyatakan permintaan maaf kepada istrinya pada spanduk sepanjang 5 meter dan dibawa ke rumah orang tua istrinya bersamaan dengan grup musik dangdut versi Mesir.
Di Jordan, seorang suami juga melakukan hal yang sama. Ia membawa spanduk permintaan maaf untuk istrinya ke tempat istrinya kerja, yaitu di bandara, karena sang istri bekerja sebagai pramugari. Spanduk jumbo itu dibentangkan ketika si istri turun dari pesawatnya. Tak hanya itu, si suami juga mengundang beberapa wartawan, baik media cetak mau pun elektronik.
Wah, wah, unik juga ya cara sebagian suami di Arab ketika meminta maaf kepada istrinya. Agak-agak dramatis gimanaaa gitu. Maklumlah, di Arab, jika percekcokan keluarga sampai berbuntut cerai, maka semua harta kekayaan keluarga akan jatuh ke tangan istri. Makanya, di Arab, banyak sekali ditemukan fenomena "suami-suami 'sayang' istri". (AGS/ukz)
Lainnya (Arsip)
- Erik Prince, Lelaki Di Balik Blackwater Amerika
Selasa, 08/12/2009 13:05 WIB - Anak-Anak Prajurit AS Mengalami Gangguan Mental
Selasa, 08/12/2009 10:09 WIB - Rasmussen Membuka KTT Kopenhagen
Selasa, 08/12/2009 09:52 WIB - Kelompok Liberal Swiss Akan Adakan Referendum Tandingan
Selasa, 08/12/2009 08:53 WIB - Ledakan Bom Menewaskan Puluhan Orang di Lahore
Selasa, 08/12/2009 08:48 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




