Suap Yang Merajalela Di Afghanistan

Rabu, 20/01/2010 05:35 WIB | Arsip | Cetak


Seberapa parah korupsi di Afghanistan? Ternyata sangat parah. Negara ini, menurut Transparansi Internasional, mendudukki peringkat kedua setelah Somalia dalam urusan korupsi. Menurut laporan PBB, dalam 12 bulan terakhir, ada $2,5 juta (sekitar Rp 250 milyar) yang menjadi uang suap di Afghanistan, atau setara dengan hampir seperempat dari PDB yang sah.

Lebih dari separuh penduduk harus membayar setidaknya satu kali suap kepada pejabat publik. . Suap yang paling sering dibayarkan adalah kepada polisi, hakim dan politisi, tetapi anggota-anggota organisasi internasional dan LSM juga ternyata terlibat.

Menurut hasil survai BBC pada bulan Desember, rakyat Afghan terjerat korupsi sebanyak 14%, perekonomian 34%, dan situasi keamanan 32%. Ketiga hal ini erat berkaitan tentu saja. Bandingkan saja, saat ini tingkat pendapatan Afghanistan jika dirata-ratakan hanya mencapai $ 425 dalam sebulan (dan itupun hanya orang-orang kaya saja yang mempunyai penghasilan atau dihitung), dan dari jumlah itu, sebesar $ 160-nya harus disisihkan untuk suap.

Dalam tiga dari empat kasus, suap itu dibayar tunai. Sekitar satu dari empat warga Afghanistan yang disurvei harus membayar setidaknya satu suap untuk polisi dan pejabat lokal, sementara antara 10 dan 20% harus membayar suap baik kepada para hakim, jaksa ataupun anggota pemerintah.

"Orang-orang Afghanistan mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mendapatkan pelayanan publik tanpa membayar suap," kata Antonio Maria Costa, kepala Kantor PBB mengenai Obat-obatan dan Kejahatan (UNODC), "Penyuapan adalah pajak yang melumpuhkan orang-orang yang sudah paling miskin di dunia ini."

Parahnya, temuan lain dari survei ini, adalah bahwa setidaknya satu dari tiga warga Afghanistan percaya bahwa korupsi adalah norma di negaranya. Hanya 9% dari penduduk perkotaan yang pernah melaporkan tindak korupsi kepada pihak berwenang.

Siapa yang salah? Pemerintah yang korup dan buas, sementara pasukan asing sedang menduduki negara mereka? (sa/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang