Belum Capek Ngurus Negara Lain, Amerika?

Jumat, 04/12/2009 14:11 WIB | Arsip | Cetak

Ketika Presiden AS Barack Obama memutuskan mengirimkan pasukan tambahan ke Afghanistan sebanyak 30.000 lagi, ada sebuah kajian di AS yang cukup mengejutkan.

Pew Research Center menyatakan bahwa 49 persen orang AS berpikir bahwa seharusnya negaranya hanya memikirkan  urusannya saja sendiri dan negara lain mengurus diri mereka masing-masing. Dengan kondisi ekonomi yang bangkrut,  dan Amerika yang seperti sekarang ini, wajar saja jika mereka bepikiran seperti itu. Angka ini naik jumlahnya. Pada Desember 2002, hanya 30 persen saja yang berpikiran seperti itu.

32 persen responden menyatakan mendukung keputusan Obama. Namun 40 persen yang lain menginginkan penarikan kembali pasukan militernya dari Afghansitan, 46 persen mengatakan bahwa pemerintah Afghan harus membuktikan diri bahwa mereka bisa mengurus diri sendiri dengan cara mengenyahkan para radikal (hmm, siapa yang radikal sebenarnya?).

41 persen menyatakan bahwa AS hanya berperan sedikit sekali dalam kancah internasional dibandingkan sepuluh tahun yang lalu.

Lembaga survai ini menyatakan bahwa rasa sentiment ini muncul dari rakyat AS dikarenakan krisis ekonomi yang berkepanjangan. Selain di Afghansitan, perang Iraq juga tidak menyenangkan buat rakyat Amerika.

44 persen menyatakan bahwa China sekarang tengah memimpin kekuasaan ekonomi global. Hanya 27 persen yang percaya bahwa AS masih dianggap sebagai raksasa ekonomi dunia.

51 persen responden menyatakan bahwa mereka lebih suka Israel daripada Palestina, dan 12 persen saja yang menyatakan simpatinya kepada Palestina. Seperlima responden menyatakan tak punya opini tentang survei itu.

Polling ini melibatkan 2000 orang partisipan, dimuali dari 28 Oktober sampai 8 November 2009 kemarin. Jadi, mulai capek mengurus dunia dan ikut campur urusan orang lain?  (sa/haaretz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang