Sudahlah Amerika, Mundur Saja Dari Iraq Sekarang

Seriuskah AS meninggalkan Iraq? Tampaknya tidak. Hal itu disebutkan oleh Muqtada al-Sadr, seorang tokoh Syiah di Iraq. “Pemerintah Iraq dan AS tidak serius tentang penarikan.” ujarnya tegas.
Saat ini, sekitar 131.000 pasukan Amerika masih berasa di Irak, di pangkalan-pangkalan dan pos-pos di luar pusat-pusat populasi. Rencananya, semua pasukan AS akan keluar dari Irak pada akhir 2011.
Sebagian besar sudah akan pergi pada Agustus 2010 atas perintah Barack Obama, pengganti Bush. Pasukan AS yang tetap bertugas sekarang ini mendukung pasukan dan polisi Irak, melakukan operasi di kota-kota.
Menurut al-Sadr, seharusnya penarikan itu meliputi tentara, intelijen, milisi, dan perusahaan keamanan AS dan lain-lain. "Kami menginginkan penarikan (pasukang asing) dan menghentikan campur tangan politik, sosial dan ekonomi Iraq oleh pihak asing." ujarnya.
Saat ini kondisi Iraq masih sangat berantakan. Kericuhant erjadi di sana-sini. "Jika pasukan asing tidak melakukan penarikan, maka rakyat Irak mengungkapkan pendapat mereka secara damai, dan hak untuk membela diri dengan syarat tidak merugikan rakyat Irak dan aparat keamanan," katanya dengan nada ancaman.
Ray Odierno, komandan pasukan AS di Irak, tahun lalu, secara diam-diam mengakui bahwa tentara AS memang menarik diri dari sebagian kota-kota di Iraq.
Seorang wartawan dalam konferensi pers mengingatkan Odierno, untuk membuat penjelasan tentang "menyelesaikan penarikan mundur tentara AS dari kota-kota di Iraq," karena pada kenyataannya banyak tentara Amerika masih berada di kota-kota Irak. Odierno menjawab pertanyaan jurnalis tentang "Berapa banyak tentara Amerika yang masih tinggal di kota-kota Irak?" dan dia mengakui jumlah tentara yang tinggal di Irak sangat tinggi. "Saya tidak bisa menyatakan jumlah yang pasti," kata Jenderal Odierno.
Pemerintahan Amerika Serikat menjelaskan akan menarik diri dari wilayah perkotaan hingga 30 Juni 2009 dan dari seluruh Irak sampai akhir 2011 dalam Status of Forces Agreement (SOFA) yang ditandatangani dengan pemerintah Irak. (sa/cnn/solenglish)
Lainnya (Arsip)
- Persatuan Ulama Dunia akan Jadi Mediator Yaman dengan Kelompok Houthi
Selasa, 19/01/2010 16:39 WIB - Mana Bukti Itu, Mr. Blair?
Selasa, 19/01/2010 16:09 WIB - Pabrik Suplier Senjata Israel di Inggris Didemo Massa
Selasa, 19/01/2010 15:53 WIB - "Lumba Lumba" Jerman Perkuat Armada Nuklir Israel
Selasa, 19/01/2010 13:18 WIB - Laporan Pemerintah: 200 Wanita Denmark Mengenakan Cadar
Selasa, 19/01/2010 10:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




