Sudahlah Amerika, Mundur Saja Dari Iraq Sekarang

Selasa, 19/01/2010 16:55 WIB | Arsip | Cetak

Seriuskah AS meninggalkan Iraq? Tampaknya tidak. Hal itu disebutkan oleh Muqtada al-Sadr, seorang tokoh Syiah di Iraq. “Pemerintah Iraq dan AS tidak serius tentang penarikan.” ujarnya tegas.

Saat ini, sekitar 131.000 pasukan Amerika masih berasa di Irak, di pangkalan-pangkalan dan pos-pos di luar pusat-pusat populasi. Rencananya, semua pasukan AS akan keluar dari Irak pada akhir 2011.

Sebagian besar sudah akan pergi pada Agustus 2010 atas perintah Barack Obama, pengganti Bush. Pasukan AS yang tetap bertugas sekarang ini mendukung pasukan dan polisi Irak, melakukan operasi di kota-kota.

Menurut al-Sadr, seharusnya penarikan itu meliputi tentara, intelijen, milisi, dan perusahaan keamanan AS dan lain-lain. "Kami menginginkan penarikan (pasukang asing) dan menghentikan campur tangan politik, sosial dan ekonomi Iraq oleh pihak asing." ujarnya.

Saat ini kondisi Iraq masih sangat berantakan. Kericuhant erjadi di sana-sini. "Jika pasukan asing tidak melakukan penarikan, maka rakyat Irak mengungkapkan pendapat mereka secara damai, dan hak untuk membela diri dengan syarat tidak merugikan rakyat Irak dan aparat keamanan," katanya dengan nada ancaman.

Ray Odierno, komandan pasukan AS di Irak, tahun lalu, secara diam-diam mengakui bahwa tentara AS memang menarik diri dari sebagian kota-kota di Iraq.

Seorang wartawan dalam konferensi pers mengingatkan Odierno, untuk membuat penjelasan tentang "menyelesaikan penarikan mundur tentara AS dari kota-kota di Iraq," karena pada kenyataannya banyak tentara Amerika masih berada di kota-kota Irak. Odierno menjawab pertanyaan jurnalis tentang "Berapa banyak tentara Amerika yang masih tinggal di kota-kota Irak?" dan dia mengakui jumlah tentara yang tinggal di Irak sangat tinggi. "Saya tidak bisa menyatakan jumlah yang pasti," kata Jenderal Odierno.

Pemerintahan Amerika Serikat menjelaskan akan menarik diri dari wilayah perkotaan hingga 30 Juni 2009 dan dari seluruh Irak sampai akhir 2011 dalam Status of Forces Agreement (SOFA) yang ditandatangani dengan pemerintah Irak. (sa/cnn/solenglish)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang