Suramnya Nasib Perempuan Afghanistan
.jpg)
Perempuan Afghanistan hidup dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka menjadi target tindak kriminal seperti pembunuhan dan perkosaan dan minim bahkan tidak mendapatkan akses perlindungan hukum dari pemerintah.
Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru organisasi pemantau hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW). Dalam laporannya, HRW menuding pemerintah Afghanistan gagal untuk melindungi kaum perempuan di negeri itu.
"Kaum perempuan yang menjadi korban tindak kriminal enggan mencari bantuan karena takut pada aparat kepolisian yang korup dan bertindak sewenang-wenang. Mereka juga takut pelaku kekerasan akan melakukan tindakan balas dendam," demikian laporan HRW berdasarkan wawancara dengan 120 perempuan Afghanistan di berbagai wilayah.
Dalam laporan setebal 96 halaman itu, HRW membeberkan berbagai kasus pelanggaran HAM yang menimpa perempuan Afghanistan, mulai tindak kekerasan, pernikahan anak perempuan di bawah umur, kawin paksa dan tindakan lainnya yang merendahkan martabat perempuan. Kaum perempuan di Afghanistan juga sulit mendapatkan akses pendidikan yang layak dan akses untuk mendapatkan keadilan.
HRW memberikan contoh kasus dimana pemerintah Afghanistan mengampuni para pelaku perkosaan. Sementara para korban perkosaan malah dihukum atas tuduhan perzinahan. Otoritas hukum di Afghanistan juga kerap memenjarakan kaum perempuan atau remaja puteri yang kedapatan kabur dari rumah orangtuanya.
"Kondisi perlindungan hak-hak perempuan di Afghanistan menunjukkan trend membaik pada tahun 2001-2005. Tapi sekarang trendnya negatif hampir di seluruh wilayah Afghanistan. Ini menunjukkan adanya kekuatan-kekuatan konservatif yang ingin mengekang hak-hak dasar kaum perempuan," demikian laporan HRW.
Ketika Hamid Karzai terpilih pertama kali sebagai presiden Afghanistan tahun 2004 lalu, ia menunjuk tiga perempuan untuk menjabat sebagai menteri dalam kabinetnya. Tapi saat terpilih keduakalinya sebagai presiden, Karzai hanya menunjuk satu orang perempuan untuk menjabat sebagai menteri urusan perempuan.
Menurut laporan HRW, ketergantungan Karzai pada sejumlah tuan tanah yang berkuasa di Afghanistan menjadi salah satu penyebab buruknya perlakuan terhadap perempuan Afghanistan baik dalam masyarakat maupun pemerintahan.
"Posisi Karzai yang makin lemah beberapa tahun terakhir membuatnya sangat bergantung pada tuan-tuan tanah yang memiliki pandangan konservatif layaknya anggota Taliban, dan hal itu mempengaruhi kondisi kehidupan kaum perempuan Afghanistan," kata Rachel Reid, peneliti di HRW. (ln/prtv/rts)
Lainnya (Arsip)
- Dugsi: Sekolah Tradisional Quran di Kenya
Senin, 07/12/2009 13:18 WIB - Dr David Kelly, Bunuh Diri atau Dibunuh?
Senin, 07/12/2009 12:03 WIB - Serangan Kubu Republik Terhadap Kebijakan Obama
Senin, 07/12/2009 10:54 WIB - Keuskupan Los Angeles Pilih Uskup Lesbian
Senin, 07/12/2009 09:48 WIB - Gaddafi: Pelarangan Menara di Swiss Akan Membangkitkan Al-Qaidah
Senin, 07/12/2009 09:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




