Suramnya Nasib Perempuan Afghanistan

Senin, 07/12/2009 15:50 WIB | Arsip | Cetak

Perempuan Afghanistan hidup dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka menjadi target tindak kriminal seperti pembunuhan dan perkosaan dan minim bahkan tidak mendapatkan akses perlindungan hukum dari pemerintah.

Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru organisasi pemantau hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW). Dalam laporannya, HRW menuding pemerintah Afghanistan gagal untuk melindungi kaum perempuan di negeri itu.

"Kaum perempuan yang menjadi korban tindak kriminal enggan mencari bantuan karena takut pada aparat kepolisian yang korup dan bertindak sewenang-wenang. Mereka juga takut pelaku kekerasan akan melakukan tindakan balas dendam," demikian laporan HRW berdasarkan wawancara dengan 120 perempuan Afghanistan di berbagai wilayah.

Dalam laporan setebal 96 halaman itu, HRW membeberkan berbagai kasus pelanggaran HAM yang menimpa perempuan Afghanistan, mulai tindak kekerasan, pernikahan anak perempuan di bawah umur, kawin paksa dan tindakan lainnya yang merendahkan martabat perempuan. Kaum perempuan di Afghanistan juga sulit mendapatkan akses pendidikan yang layak dan akses untuk mendapatkan keadilan.

HRW memberikan contoh kasus dimana pemerintah Afghanistan mengampuni para pelaku perkosaan. Sementara para korban perkosaan malah dihukum atas tuduhan perzinahan. Otoritas hukum di Afghanistan juga kerap memenjarakan kaum perempuan atau remaja puteri yang kedapatan kabur dari rumah orangtuanya.

"Kondisi perlindungan hak-hak perempuan di Afghanistan menunjukkan trend membaik pada tahun 2001-2005. Tapi sekarang trendnya negatif hampir di seluruh wilayah Afghanistan. Ini menunjukkan adanya kekuatan-kekuatan konservatif yang ingin mengekang hak-hak dasar kaum perempuan," demikian laporan HRW.

Ketika Hamid Karzai terpilih pertama kali sebagai presiden Afghanistan tahun 2004 lalu, ia menunjuk tiga perempuan untuk menjabat sebagai menteri dalam kabinetnya. Tapi saat terpilih keduakalinya sebagai presiden, Karzai hanya menunjuk satu orang perempuan untuk menjabat sebagai menteri urusan perempuan.

Menurut laporan HRW, ketergantungan Karzai pada sejumlah tuan tanah yang berkuasa di Afghanistan menjadi salah satu penyebab buruknya perlakuan terhadap perempuan Afghanistan baik dalam masyarakat maupun pemerintahan.

"Posisi Karzai yang makin lemah beberapa tahun terakhir membuatnya sangat bergantung pada tuan-tuan tanah yang memiliki pandangan konservatif layaknya anggota Taliban, dan hal itu mempengaruhi kondisi kehidupan kaum perempuan Afghanistan," kata Rachel Reid, peneliti di HRW. (ln/prtv/rts)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang