Suriah, Kuwait dan Afghanistan Menentang Serangan Militer ke Iran

Senin, 14/07/2008 19:32 WIB | Arsip | Cetak

Pimpinan negara Suriah, Kuwait dan Afghanistan menyatakan menentang serangan militer ke Iran terkait program nuklir Negara Para Mullah itu. Mereka menyatakan, tindakan militer terhadap Iran akan menimbulkan konsekuensi yang berat terhadap AS, Israel dan dunia internasional.

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam wawancara dengan Radio France Inter mengatakan, "Israel secara langsung akan membayar harga dari perang ini. Iran sudah menegaskannya. Persoalannya bukan aksi dan reaksi. Masalahnya adalah ketika ada satu pihak yang mengambil tindakan di Timur Tengah, pihak itu tidak akan bisa menghadapi reaksi atas tindakannya tersebut yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun."

Menurut al-Assad, jika memakai logika, seharusnya tidak perlu ada serangan ke Iran. Tapi, pemerintahan AS sekarang ini tidak bisa menerima alasan yang logis, karena doktrin para pemimpinnya adalah doktrin untuk mengobarkan perang.

Lebih lanjut Presiden Suriah menyatakan akan memanfaatkan hubungan baiknya dengan Iran, untuk membantu menyelesaikan konflik nuklir Iran dengan Barat.

Sementara itu, juru bicara parlemen Kuwait Jassem al-Kharafi menuding AS menggunakan cara-cara prvokatif terhadap Iran. Menurutnya, Barat menggunakan standar ganda dalam upaya menghentikan program nuklir Iran karena Barat tidak pernah meributkan program nuklir Israel. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa Israel menggunakan program nuklirnya untuk membuat senjata nuklir berbahaya.

"Saya pikir apa yang terjadi terkait dengan nuklir Iran, terlalu berlebihan... dan metode yang digunakan provokatif, " kata al-Kharafi.

Ia menambahkan, isu-isu sensitif seperti ini membutuhkan dialog bikan eskalasi. "Sangat penting untuk menghormati kedaulatan Iran karena sebuah resolusi tidak tercapai dengan memperlakukan Iran seperti yang dilakukan AS terhadap Iran, " ujarnya.

Di Afghanistan. Presiden Hamid Karzai dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan AS menggunakan wilayah teritorialnya sebagai basis untuk melancarkan serangan ke Iran. "Afghanistan tidak akan menjadi ajang pertempuran akibat perbedaan pendapat negara manapun, " kata Karzai.

"Afghanistan tidak ingin wilayahnya digunakan oleh negara manapun dan Afghanistan ingin menjalin persahabatan dengan Iran sebagai negara tetangga Afghanistan yang memiliki bahasa dan agama yang sama, " sambung Karzai. (ln/al-arby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang