Survei: Mayoritas Warga Israel Tidak Ingin Ada Pelajar Arab di Kelas Mereka

Selasa, 07/09/2010 09:31 WIB | Arsip | Cetak

Dua pertiga dari remaja Israel mengatakan bahwa pelajara Arab yang tinggal di Israel tidak menikmati hak yang sama di sekolah, menurut sebuah hasil penelitian.

Survei, yang disiapkan untuk sebuah konferensi bertajuk "Pendidikan di Era Digital" di utara kota Haifa pada hari Senin kemarin (6/9), juga mengungkapkan bahwa 59 persen dari remaja berusia 15-18 tahun percaya bahwa pelajara Arab tidak harus memiliki hak yang sama di sekolah-sekolah yang ada di Israel.

Menurut survei, 96 persen responden ingin Israel menjadi negara Yahudi dan demokratis.

Namun, 27 persen percaya bahwa mereka yang keberatan dengan kebijakan pemerintah harus diadili di pengadilan, sementara 41 persen mendukung pencopotan hak kewarganegaraan mereka.

Hanya di bawah sepertiga yang mengatakan mereka tidak akan mau belajar di ruang kelas dengan satu atau lebih siswa dengan kebutuhan khusus. Jumlah ini meningkat menjadi setengah dengan pertanyaan yang sama ketika ditanya tentang mahasiswa Arab. Selain itu, 23 persen mengatakan bahwa mereka tidak ingin ada gay atau lesbian di kelas mereka.

Jajak pendapat juga mengungkapkan bahwa 40 persen dari pemuda Yahudi tidak pernah menjadi bagian dari kelompok pemuda, sementara 45 persen tidak pernah secara sukarela dalam kapasitas apa pun.

Sehubungan dengan melayani di tentara Israel, 83 persen mengatakan bahwa mereka tidak ragu bahwa mereka akan melayani militer Israel, tapi sekitar setengah mengatakan bahwa mereka memiliki teman-teman yang tidak berencana untuk mendaftar menjadi militer.

Lebih dari separuh responden survei mengatakan bahwa mereka tidak ingin bergabung di unit-unit tempur tentara Israel.

Pada tanggapan terhadap pertanyaan apakah mereka akan melayani di wilayah-wilayah pendudukan atau tidak, 24 persen mengatakan mereka akan menolak, 47 persen mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukannta, sementara sisanya belum memutuskan.

Survei ini dilakukan oleh Profesor Camil Fuchs dari Departemen Statistik Universitas Tel Aviv bekerjasama dengan perusahaan Sample Project. Lima ratus orang berusia antara 15 dan 18 yang disurvei. (fq/arabnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang