Sutradara Muslim Jerman: Orang Islam Pemalas!

Senin, 22/02/2010 18:04 WIB | Arsip | Cetak

Salah satu adegan dalam film Shahada

Salah satu yang menarik perhatian pada Festival Film Berlin 2010 yang ditutup pada petang Sabtu (20/2) kemarin di kota Berlin, Jerman, adalah kehadiran film "Shahada" garapan sutradara Muslim Jerman asal Afganistan, Burhan Qurbani.

"Shahada" menokohkan tiga orang Muslim yang tinggal dan hidup di Jerman, yaitu Maryam, Sammy, dan Ismail, dengan masing-masing latar belakang kehidupan yang berbeda-beda dan saling kontras, namun sama-sama berjuang untuk mempertahankan jati diri dan identitas kemusliman mereka di tengah-tengah kehidupan Eropa.

Banyak pihak yang memuji film garapan sutradara muda ini, karena dipandang penuh nilai kemanusiaan, sekaligus memotret dua dunia (Islam dan Barat) tanpa harus memperburuk salah satu pihak, bahkan berusaha mempertemukan keduanya.

"Shahada" juga memotret banyak citra positif tentang Islam, utamanya ajaran-ajaran mulianya, salah satunya adalah memerangi aborsi dan seks menyimpang--dua penyakit akut masyarakat Eropa. "Shahada" juga banyak meluruskan opini masyarakat Eropa tentang Islam, yang selama ini dipandang kurang benar.

Sebelum terjun ke dunia film, Qurbani tercatat sebagai penulis dan cendikiawan Muslim Jerman yang aktif. Pasca tragedi 11/9, Qurbani banyak memberikan kuliah dan menurunkan tulisan di berbagai media internasional tentang citra positif Islam.

"Selama bertahun-tahun saya memperjuangkan citra dan masalah-masalah keislaman di surat-surat kabar. Sekarang saya tertarik untuk melakukannya lewat media film," kata Qurbani.

Di sisi yang lain, Qurbani juga mengkritik peran pasif dan sifat malas umat Muslim untuk membangun citra positif mereka di kancah internasional dengan cara-cara dan media yang cerdas dan elegan.

"Saya seorang Muslim, namun saya tak memungkiri jika orang Muslim adalah pemalas dalam hal membangun opini dan citra positif mereka di dunia internasional," kata Qurbani.

Ditegaskan Qurbani, Shahada adalah salah satu upaya dirinya untuk membangun citra tersebut. "Film yang kami garap merupakan upaya kami untuk berdialog sekaligus awal mula perbincangan tentang Islam, agar masyarakat Eropa tertarik untuk memperhatikannya dengan lebih baik," kata Qurbani. (ags/shorouk)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang