Sutradara Yahudi dan Skandal Seks 30 Tahun Yang Baru Diungkap

Rabu, 30/09/2009 08:05 WIB | Arsip | Cetak

Sutradara Hollywood pemenang Oscar, Roman Polanski, ditangkap oleh polisi Swiss pada hari Sabtu pekan lalu. Polanski ditahan atas tuntutan bersalah karena berhubungan seks dengan gadis berusia 13 gadis tahun. Kejadian itu sendiri terjadi 30 tahun yang lalu, atau tepatnya pada tahun 1977.

Tadinya, di Swiss sutradara Yahudi ini dijadwalkan untuk menerima penghargaan pencapaian seumur hidup di Festival Film Zurich, tetapi dimasukkan dalam tahanan sementara di Swiss.

"Ada permintaan penangkapan yang valid dan kami tahu ia datang," Guido Balmer, jurubicara kementerian mengatakan kepada AP. "Itu sebabnya dia ditahan." Sebuah surat perintah dari AS telah dikeluarkan. Penangkapan ini tentu mengejutkan Polański dan mereka yang telah bekerja sama dengannya, terutama karena “sumbangsih Polanski” kepada AS dalam hal perfilman. Saat itu, dia baru saja selesai syuting film di Jerman.

Di Paris, menteri kebudayaan Prancis, Frederic Mitterand, mengatakan bahwa ia "terkejut" dengan penangkapan itu. Dalam pernyataan terpisah, menteri luar negeri Prancis Bernard Kouchner mengatakan dia sudah berbicara dengan rekannya Swiss, dan menegaskan yaitu "keinginan otoritas Perancis bahwa hak-hak sepenuhnya Mr Polański dihormati dan masalah ini segera menemukan resolusi yang baik dengan cepat."

Sedangkan Kementerian Kehakiman Swiss mengatakan bahwa Polański, sutradara yang terkenal lewat film "Chinatown" dan "Rosemary's Baby," dan mempunyai nasab Yahudi dari ayahnya ini, kemungkinan besar akan diekstradisi ke AS. "Apakah Roman Polanski akan diekstradisi ke Amerika Serikat atau tidak dapat diketahui hanya setelah proses ekstradisi secara hukum telah selesai," kata pernyataan itu.

Di Los Angeles, wakil jaksa menggambarkan penangkapan ini seperti permainan kucing dan tikus. "Setiap kali Mr Polański berencana untuk berada di suatu negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika, kami melalui saluran diplomatk, selalu mengeluarkan surat perintah penangkapan," kata Sandi Gibbons, juru bicara Los Angeles County.

Polanski memenangkan Academy Award pada tahun 2003 untuk "The Pianist" tetapi ketika itu  tidak hadir untuk menerima Oscar. Harrison Ford—aktor papan atas Hollywood yang juga seorang Yahudi dan sangat membenci orang Islam—menerima penghargaan atas namanya. The Pianist sendiri mendapatkan Award tiada lain tiada bukan karena film ini memaparkan Holocaust, sama seperti The Reader, The Schlinder’s List, dan film-film lainnya yang menjadi propaganda Yahudi di dunia.

Polański menikah dengan aktris Perancis Emanuelle Seigner dan memiliki dua anak. (sa/newyorktimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang