Sutradara Yahudi dan Skandal Seks 30 Tahun Yang Baru Diungkap

Sutradara Hollywood pemenang Oscar, Roman Polanski, ditangkap oleh polisi Swiss pada hari Sabtu pekan lalu. Polanski ditahan atas tuntutan bersalah karena berhubungan seks dengan gadis berusia 13 gadis tahun. Kejadian itu sendiri terjadi 30 tahun yang lalu, atau tepatnya pada tahun 1977.
Tadinya, di Swiss sutradara Yahudi ini dijadwalkan untuk menerima penghargaan pencapaian seumur hidup di Festival Film Zurich, tetapi dimasukkan dalam tahanan sementara di Swiss.
"Ada permintaan penangkapan yang valid dan kami tahu ia datang," Guido Balmer, jurubicara kementerian mengatakan kepada AP. "Itu sebabnya dia ditahan." Sebuah surat perintah dari AS telah dikeluarkan. Penangkapan ini tentu mengejutkan Polański dan mereka yang telah bekerja sama dengannya, terutama karena “sumbangsih Polanski” kepada AS dalam hal perfilman. Saat itu, dia baru saja selesai syuting film di Jerman.
Di Paris, menteri kebudayaan Prancis, Frederic Mitterand, mengatakan bahwa ia "terkejut" dengan penangkapan itu. Dalam pernyataan terpisah, menteri luar negeri Prancis Bernard Kouchner mengatakan dia sudah berbicara dengan rekannya Swiss, dan menegaskan yaitu "keinginan otoritas Perancis bahwa hak-hak sepenuhnya Mr Polański dihormati dan masalah ini segera menemukan resolusi yang baik dengan cepat."
Sedangkan Kementerian Kehakiman Swiss mengatakan bahwa Polański, sutradara yang terkenal lewat film "Chinatown" dan "Rosemary's Baby," dan mempunyai nasab Yahudi dari ayahnya ini, kemungkinan besar akan diekstradisi ke AS. "Apakah Roman Polanski akan diekstradisi ke Amerika Serikat atau tidak dapat diketahui hanya setelah proses ekstradisi secara hukum telah selesai," kata pernyataan itu.
Di Los Angeles, wakil jaksa menggambarkan penangkapan ini seperti permainan kucing dan tikus. "Setiap kali Mr Polański berencana untuk berada di suatu negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika, kami melalui saluran diplomatk, selalu mengeluarkan surat perintah penangkapan," kata Sandi Gibbons, juru bicara Los Angeles County.
Polanski memenangkan Academy Award pada tahun 2003 untuk "The Pianist" tetapi ketika itu tidak hadir untuk menerima Oscar. Harrison Ford—aktor papan atas Hollywood yang juga seorang Yahudi dan sangat membenci orang Islam—menerima penghargaan atas namanya. The Pianist sendiri mendapatkan Award tiada lain tiada bukan karena film ini memaparkan Holocaust, sama seperti The Reader, The Schlinder’s List, dan film-film lainnya yang menjadi propaganda Yahudi di dunia.
Polański menikah dengan aktris Perancis Emanuelle Seigner dan memiliki dua anak. (sa/newyorktimes)
Lainnya (Arsip)
- Bilakah The Simpson Menjadi Alat Perdamaian Palestina?
Rabu, 30/09/2009 07:44 WIB - Taliban Masih Menguasai Afghanistan
Rabu, 30/09/2009 05:53 WIB - Dua Agen CIA Diklaim Tewas di Tangan Al-Shabaab
Selasa, 29/09/2009 16:23 WIB - AS Kesulitan Keluar Dari Afghanistan
Selasa, 29/09/2009 13:37 WIB - Nasib Nahas Para Pengungsi Chechnya di Austria
Selasa, 29/09/2009 12:49 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




