Swiss Terima Hamas, Israel Berang
.jpg)
Kementerian Luar Negeri Israel mengungkapkan kemarahannya terhadap negara Swiss karena Swiss telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan gerakan Hamas, Palestina. Kedubes Israel di Bern sampai merasa perlu mengeluarkan pernyataan dan mengaku terkejut dengan adanya pertemuan itu.
"Kami terkejut negara Swiss memberikan visa bagi para perwakilan organisasi yang oleh dunia internasional diakui sebagai organisasi teroris," demikian pernyataan kedubes Israel di Bern.
Sementara itu, Jubir Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor mengatakan bahwa Israel marah dengan tindakan pemerintah Swiss. "Kami marah, meski Swiss bukan anggota Uni Eropa, Uni Eropa masih mengakui Hamas sebagai organisasi teroris," kata Palmor.
"Dengan menerima secara resmi delegasi Hamas, Swiss dianggap telah menempatkan dirinya sebagai bagian dari negara-negara yang moderat," sambung Palmor.
Surat kabar Israel, Haaretz dalam laporannya menyebutkan bahwa sejumlah diplomat Swiss telah menggelar pertemuan dengan delegasi Hamas di Jenewa, di sela-sela sebuah konferensi riset yang diadakan di Swiss bulan Juni lalu. Para pejabat berwenang di Swiss menegaskan, sebagai negara yang netral, Swiss sudah biasa menjadi "jembatan" antara pihak-pihak yang bertikai.
Menlu Swiss, Micheline Calmy-Rey dalam siaran radio lokal bahkan mengatakan bahwa Hamas merupakan "pemain penting" di Timur Tengah dan tidak bisa dikesampingkan jika ingin mencari solusi konflik Israel-Palestina. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Mike Mullen Bertemu Ashfaq Kayani
Jumat, 17/07/2009 14:22 WIB - Meneladani Abdullah Muhammad Musa, Mampukah Kita?
Jumat, 17/07/2009 10:32 WIB - Harry Potter dan Yahudi Berdarah Campuran
Jumat, 17/07/2009 09:44 WIB - Canggih, Taliban 'Curi' Informasi Pasukan Denmark Lewat Facebook
Jumat, 17/07/2009 09:12 WIB - Mubarak Seumur Hidup?
Jumat, 17/07/2009 07:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




