Syaikh Tantowi: Liberal Ataukah Kepercayaan Mubarak?

Kamis, 11/03/2010 05:29 WIB | Arsip | Cetak

Bagi sebagian orang, Syaikh Mohammed Sayed Tantawi, Pemimpin agama Mesir yang juga merupakan Syaikhul Kabir al-Azhar, merupakan orang yang blak-blakan; dan untuk sebagian orang lain, ia adalah seorang juru bicara dari Mesir.

Syaikh Tantawi, yang telah meninggal karena serangan jantung pada usia 81, semasa hidupnya tidak pernah takut dan tidak pernah jauh dari kontroversi. Sejak pengangkatannya pada tahun 1996 sebagai kepala Al-Azhar—masjid dan universitas di Mesir yang telah berusia 1000 tahun—Ia hampir terus-menerus memicu perdebatan karena pandangannya yang bisa dikatakan liberal.

Dia mengecam sunat pada perempuan dan mengatakan perempuan harus dilibatkan dalam pemerintahan. Ia mengatakan bahwa adalah sah bagi bank untuk mengeluarkan bunga, sesuatu yang banyak ulama lain sangat bertentangan karena sudah jelas dilarang Quran.

Tahun lalu ia melarang cadar dari al-Azhar. Ia mendukung hak Prancis untuk melarang pemakaian jilbab di sekolah negeri. Dia pernah menjabat tangan Presiden Israel, Shimon Peres.

Banyak Muslim percaya bahwa, semua itu, hanya dilakukannya karena adanya tekanan dari orang yang telah memberikan pekerjaan kepadanya, presiden Mesir, Hosni Mubarak.
Sekarang ini, Islam tidak mempunyai Paus dan tidak punya pula Vatikan. Namun demikian, al-Azhar (yang secara harfiah berarti "yang cemerlang") sangat penting dan dihormati.

Ketika pemimpinnya mengeluarkan fatwa, jutaan Muslim Sunni di seluruh dunia akan mendengarkan. Didirikan di Kairo pada AD970, al-Azhar menjadi lembaga unggulan untuk studi tentang Qur'an dan bahasa Arab. Sejak lama, sudah ada ketegangan tertentu antara Al-Azhar dan pemerintah Mesir. Hal ini memuncak pada awal 1960-an ketika secara efektif dinasionalisasi oleh Presiden Mesir Gamal Abdel-Nasser.

Melihat agama sebagai potensi ancaman terhadap pemerintahannya, Nasser ingin menjaga lembaga penting ini di bawah kontrol negara. (sa/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang