Tak Ada Negara Arab di Piala Dunia 2010

Selasa, 24/11/2009 08:43 WIB Cetak |  Kirim

Kualifikasi Piala Dunia 2010 sudah usai pekan lalu. Ada dua cerita yang masih terus bergaung sampai sekarang: pertama, handsball Thierry Henry yang menyingkirkan Irlandia Utara, dan kedua, tak ada satupun negara Arab yang lolos ke Afrika Selatan dalam perhelatan sepakbola yang dianggap paling akbar tersebut.

Dalam beberapa kali Piala Dunia belakangan ini, negara-negara Arab biasanya “mengirimkan” perwakilannya. Misalnya saja Iran dan Arab Saudi. Bukan sekadar berpartisipasi, tapi para pemain bola asal negeri Arab ini memang kemudian dijadikan kebanggaan oleh negaranya, terlebih Saudi. Misalnya saja, setiap pemain yang berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan di putaran final Piala Dunia, bisa diganjar dengan bonus mewah yang wah.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, orang-orang Arab memang semakin menunjukkan minat yang gila-gilaan terhadap sepakbola. Kita tentu tahu bahwa klub Liga Inggris, Manchester City dan Portsmouth dimiliki dua orang Arab yang sangat kaya. Keduanya—terutama City—telah membelanjakan trilyunan dollar untuk membangun klub sepak bola yang kuat, yang jika dikonversikan, dana itu bisa dipakai untuk perjuangan dan pembangunan kembali Palestina yang sedang dijajah Israel.

Bukan hanya itu,klub-klub sepakbola Arab pun rajin mendatangkan pemain Eropa dan Latin yang top namun sudah udzur, alias habis masa kejayaannya di dalam sepakbola. Gabriel Batistuta, mantan pemain AS Roma dan Fiorentina asal Argentina, pernah bermain di Arab dengan bayaran sebulannya sama dengan gajinya di Eropa selama satu tahun! Ini sungguh keterlaluan, ya. Batistuta hanya satu. Masih banyak yang lainnya lagi.

Artinya, betapa orang-orang Arab pada praktiknya menganggap dewa bagi sepakbola dan para pemainnya. Pertandingan-pertandingan sepakbola di stadion selalu dipenuhi dengan penonton dan siaran langsung sepakbola di televisi pun mampu memarkir mereka di depan televisi dengan fanatisme yang berlebih—terutama sepakbola Brazil.

Tak ada negara Arab di Piala Dunia 2010, mungkin sebagai sebuah teguran. Bahwa hidup itu lebih dari sekadar sepakbola; ada sepeda motor, museum, keluarga, teman, masyarakat sosial, dan yang terpenting Islam itu sendiri. (sa/darlhyat)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG