Seorang dosen di Arab dipecat begitu saja karena meminta mahasiswa-mahasiswanya di sebuah universitas swasta di Bahrain untuk mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan kepada mantan presiden Irak Saddam Husain.
Administrasi universitas memecat dosen tersebut setelah para mahasiswa Bahrain dan Kuwait mengeluhkan permintaan itu, begitu laporan harian Al Ayam dari Bahrain beberapa jam yang lalu.
Sang dosen yang mengajar ilmu politik diduga meminta mahasiswanya untuk memberikan perhatian terhadap " pahlawan bangsa (Arab)." Namun kemudian, beberapa mahasiswa mengajukan kepada rektor universitas untuk mengadakan penyelidikan atas insiden itu.
Saddam menjadi tokoh kontroversial di Bahrain dan beberapa negara Arab lainnya. Seperti diketahui, hari eksekusi kematiannya di tiang gantungan, tepat sehari sebelum hari raya Idul Adha. Bagi sejumlah pengamat, pemilihan waktu eksekusi yang menjelang hari suci umat Islam itu mengandung pesan pelecahan terhadap umat Islam, sekaligus peringatan bagi pemimpin Muslim agar tunduk pada kemauan Amerika Serikat.
Kelompok Hamas Palestina menilai eksekusi terhadap Saddam sebagai "pembunuhan politis" dan melanggar hukum internasional. "Eksekusi terhadapnya ... adalah pembunuhan politis yang melanggar hukum internasional yang ditujukan untuk melindungi para tawanan perang," kata jurubicara Hamas, Fawzi Barhum, ketika itu.
Dan sekarang, bahkan hanya untuk menghormati jasa-jasanya kepada rakyat Muslim Iraq, tak lagi pernah dibebaskan di tanah Arab. Malang benar. (sa/gulfnews/hkmh)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.