Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab

Seorang dosen di Arab dipecat begitu saja karena meminta mahasiswa-mahasiswanya di sebuah universitas swasta di Bahrain untuk mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan kepada mantan presiden Irak Saddam Husain.
Administrasi universitas memecat dosen tersebut setelah para mahasiswa Bahrain dan Kuwait mengeluhkan permintaan itu, begitu laporan harian Al Ayam dari Bahrain beberapa jam yang lalu.
Sang dosen yang mengajar ilmu politik diduga meminta mahasiswanya untuk memberikan perhatian terhadap " pahlawan bangsa (Arab)." Namun kemudian, beberapa mahasiswa mengajukan kepada rektor universitas untuk mengadakan penyelidikan atas insiden itu.
Saddam menjadi tokoh kontroversial di Bahrain dan beberapa negara Arab lainnya. Seperti diketahui, hari eksekusi kematiannya di tiang gantungan, tepat sehari sebelum hari raya Idul Adha. Bagi sejumlah pengamat, pemilihan waktu eksekusi yang menjelang hari suci umat Islam itu mengandung pesan pelecahan terhadap umat Islam, sekaligus peringatan bagi pemimpin Muslim agar tunduk pada kemauan Amerika Serikat.
Kelompok Hamas Palestina menilai eksekusi terhadap Saddam sebagai "pembunuhan politis" dan melanggar hukum internasional. "Eksekusi terhadapnya ... adalah pembunuhan politis yang melanggar hukum internasional yang ditujukan untuk melindungi para tawanan perang," kata jurubicara Hamas, Fawzi Barhum, ketika itu.
Dan sekarang, bahkan hanya untuk menghormati jasa-jasanya kepada rakyat Muslim Iraq, tak lagi pernah dibebaskan di tanah Arab. Malang benar. (sa/gulfnews/hkmh)
Lainnya (Arsip)
- Organisasi Islamis, IRO Boleh Beroperasi Lagi Bangladesh
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB - Pameran Buku Internasional Kairo ke-42 Segera Berakhir
Selasa, 09/02/2010 15:51 WIB - Antara Khilafah dan Khalifah
Selasa, 09/02/2010 15:50 WIB - Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
Selasa, 09/02/2010 14:09 WIB - Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
Selasa, 09/02/2010 13:23 WIB
Dunia
Terkait
- Anak Panglima Militer Libya Terluka dalam Bentrokan dengan Mantan Pemberontak
- Warga Irak Tuntut Aktivis Partai Baath Disingkirkan dari Pemerintahan
- Liga Arab Suriah Menanda Tangani Kesepakatan
- Pasukan Tempur Terakhir AS Mulai Tinggalkan Irak
- Bom Bunuh Diri di Irak Menewaskan 60 Orang Syiah
- Bocah 4 Tahun Palestina Harus Cacat Seumur Hidup Akibat Peluru Tentara Israel
- Pengadilan Malaysia Bush dan Blair adalah Penjahat Perang
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




