Tak Bakal Menang di Afghanistan
Jajak pendapat di Inggris mayoritas tidak menyakini Inggris akan memenangi perang di Afghanistan. Pasukan Inggris dari Battalion I, yang terkenal dengan 'The Royal Welsh' kini terus menapaki perang di Afghanistan, dan menghadapi pejuang Taliban yang berada di Helmand. Diantara 15.000 pasukan Nato, terdapat 1.000 pasukan Inggris, yang sekarang tergabung dalam operasi 'Mushtarak'.
Sebanyak 64 persen rakyat Inggris, mereka berpikir dan menyakini pasukan Inggris, tidak memenangi perang. Jajak pendapat yang diselenggarakan BBC itu, menunjukkan lebih dari 69 persen, rakyat Inggris memberikan pandangan yang negatif terhadap pemerintahanya, yang dinilai tidak memberikan dukungan yang cukup bagi pasukan Inggris yang sekarang ini berlaga di Afghanistan. Hanya 27 persen rakyat Inggris,yang bersimpati kepada pemerintaha, dan menganggap pemerintah Inggris serius. Jajak pendapat yang dilakukan BBC itu, melalui sampel yang sifatnya acak dari 1.004 responden, yang menyebar di wilayah Inggris, Skolandia, dan Wales.
Pengumpulan data yang mulai dilakukan sejak 19-20 Februari 2010, lebih dari 1.000 pasukan Inggris, yang terlibah dalam operasi Mushtarak, yang menjadi bagian dari 15.000 pasukan Nato itu, terlibat dalam offensive militer ke Helmand, yang sampai sekarang belum berhasil memenangkan perang. Pasukan Nato yang jumlahnya mencpai 35.000 itu, mendapatkan perlawanan yang sengit dari pejuang Taliban.
Sejak agresi militer yang dilakukan AS ke Afghanistan, tahun 2001, yang mendapatkan dukungn dari pasukan Nato, di mana perang itu, mengakibatkan tewasnya 263 tentara Inggris. Dalam pidatonya di Konferensi Internasional, yang dihadiri dari 70 negara itu, Perdana Inggris, Gordon Brown, menegaskan pertengahan tahun 2011, merupakan batas waktu perang di Afghanistan, jelasnya.
Sebaliknya, 63 persen rakyat Inggris, menyetujui penarikan pasukan Inggris di tahun 2010, dari perang di Afghanistan. Ini bersamaan dengan pemilihan umum yang akan berlangsung di Inggris. (m/bbc).
Lainnya (Arsip)
- Pemerintah Bangladesh Menangkap Ribuan Aktivis Partai Islam
Rabu, 24/02/2010 13:03 WIB - Ulama Saudi: Yang Mengizinkan 'Ikhtilat' Boleh Dibunuh
Rabu, 24/02/2010 11:59 WIB - Tim Investigasi Temukan Empat Tersangka Baru Pembunuhan Mabhuh
Rabu, 24/02/2010 11:31 WIB - Iran: Kami Akan Beberkan Bukti Persekongkolan Jundullah dengan AS
Rabu, 24/02/2010 10:59 WIB - Menhan Denmark Mundur Karena Perang Irak dan Afghanistan
Rabu, 24/02/2010 09:34 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




