Takut Ditangkap, Ehud Barak Batalkan Kunjungan ke Paris

Menteri pertahanan Israel pada hari Ahad kemarin (13/6) membatalkan kunjungannya yang direncanakan ke Paris di tengah adanya ancaman oleh kelompok-kelompok pro-Palestina untuk memaksa dirinya agar ditahan di sana.
Ehud Barak berencana akan membuka stan Israel di acara Eurosatory arms fair di kota Paris, yang akan dibuka pekan ini.
"Menteri membatalkan perjalanan ke Paris untuk acara Eurosatory dan pertemuan dengan pejabat tinggi Perancis ," kata kantornya dalam sebuah pernyataan.
Barak juga direncanakan akan mengadakan pembicaraan dengan mitra Perancisnya Herve Morin dan pejabat pemerintah lainnya.
"Menteri Pertahanan Barak memutuskan untuk tinggal di Israel sampai adanya pengumuman tentang pembentukan tim ahli untuk memeriksa kejadian seputar peristiwa armada kebebasan," merujuk pada serangan mematikan Israel terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan.
Eurosatory 2010, yang berlangsung dari tanggal 14-18 Juni, adalah pameran pertahanan internasional dan keamanan yang berlangsung di Paris.
Aktivis Pro-Palestina telah mengancam untuk mencoba menjatuhkan tuduhan terhadap dirinya karena perannya dalam serangan brutal tersebut, yang menewaskan sembilan aktivis Turki di perairan internasional.
Aktivis sebelumnya telah mencoba untuk menangkap Barak dan para pejabat Israel lain di Eropa di bawah prinsip yurisdiksi universal.
Insiden ini memungkinkan adanya penuntutan tersangka penjahat perang di negara-negara yang tidak memiliki hubungan langsung dengan peristiwa itu.
Serangan brutal tersebut berlangsung pada tanggal 31 Mei menyebabkan sembilan aktivis Turki tewas dan puluhan lainnya terluka, insiden ini memprovokasi krisis diplomatik bagi Israel yang sedang menghadapi tekanan dunia internasional untuk memeriksa kembali blokade atas Jalur Gaza.
Pekan lalu, militer Israel memulai penyelidikan internal ke dalam terhadap apa yang terjadi selama operasi angkatan laut yang mematikan itu, dan kesimpulan sudah harus disampaikan paling lambat pada 4 Juli mendatang.
Israel siap untuk mengumumkan pembentukan komite ahli lain untuk mengawasi penyelidikan yang lebih umum dalam operasi brutal itu, namun susunan dan mandat komite masih diperdebatkan dengan Washington.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Kepala Militer dan Pertahanan Inggris Dilengserkan Karena Perang Afghanistan?
Senin, 14/06/2010 06:54 WIB - Ketika Mantan Tentara Inggris Stress Di Iraq
Senin, 14/06/2010 06:36 WIB - Bioskop Prancis Putar Film "Rachel" Sebagai Protes Serangan Israel
Minggu, 13/06/2010 09:01 WIB - Turki Akan Awasi Bantuan ke Gaza
Minggu, 13/06/2010 08:51 WIB - Pendiri Situs Wikileaks Dicari Pentagon
Sabtu, 12/06/2010 14:55 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




