Takut Taliban, PBB "Evakuasi" Ratusan Staffnya di Afghanistan

Kamis, 05/11/2009 15:07 WIB | Arsip | Cetak

Serangan Taliban ke wisma PBB yang menewaskan enam staffnya pekan kemarin, memaksa perwakilan PBB di Afghanistan memindahkan lebih dari setengah atau sekitar 600 orang pegawainya ke berbagai lokasi yang dianggap lebih aman di dalam dan di luar Afghanistan.

PBB menilai situasi keamanan di Afghanistan secara umum memburuk dan menimbulkan tanda tanya bagi keberlangsungan kerja dan tugas PBB di Negeri Para Mullah itu. PBB menyatkan tetap komitmen untuk membantu rakyat Afghanistan, tapi mereka juga harus realistis setelah terjadi serangan berdarah terhadap staffnya yang menjadi serangan terburuk selama PBB mengemban tugas di Afghanistan.

Oleh sebab itu, sejak hari Senin kemarin perwakilan kantor PBB di Afghanistan menyatakan menunda sejumlah program kerjanya di Afghanistan dan memutuskan untuk memindahkan 600 staffnya ke tempat yang lebih aman selama tiga sampai empat minggu sampai PBB menemukan pemukiman yang lebih aman untuk para staffnya itu.

PBB membantah kalau keputusan itu akan berujung pada penarikan seluruh staff PBB dari Afghanistan. "Kami tidak menarik diri dari Afghanistan atau sedang melakukan evakuasi," kata Kepala Misi PBB, Kai Eide yang berkebangsaan Norwegia.

Sedikitnya ada 1.100 staff PBB yang ditugaskan di Afghanistan. Sebagian besar tinggal di kota Kabul dan selebihnya tersebar di lebih dari 90 wisma penginapan di seluruh Afghanistan.

Menyusul serangan Taliban ke wisma penginapan PBB tanggal 28 Oktober kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon sudah mengusulkan tambahan dana sebesar 75 juta dollar untuk keperluan peningkatan pengamanan bagi para staff PBB di Afghanistan.

Insiden di Aghanistan berdampak ke kantor perwakilan PBB di Pakistan. Kantor perwakilan PBB di Pakistan menunda sejumlah program pembangunan jangka panjang untuk wilayah pedalaman negeri itu dan di North West Frontier Province, provinsi Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan dan menjadi basis Taliban Pakistan.

Di Pakistan, PBB sudah kehilangan 11 staffnya dalam berbagai peristiwa serangan sepanjang tahun 2009, termasuk peristiwa serangan ke kantor Program Pangan Dunia PBB di Islamabad bulan Oktober kemarin yang menewaskan lima orang. (ln/yn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang