Takut Taliban, PBB "Evakuasi" Ratusan Staffnya di Afghanistan
.jpg)
Serangan Taliban ke wisma PBB yang menewaskan enam staffnya pekan kemarin, memaksa perwakilan PBB di Afghanistan memindahkan lebih dari setengah atau sekitar 600 orang pegawainya ke berbagai lokasi yang dianggap lebih aman di dalam dan di luar Afghanistan.
PBB menilai situasi keamanan di Afghanistan secara umum memburuk dan menimbulkan tanda tanya bagi keberlangsungan kerja dan tugas PBB di Negeri Para Mullah itu. PBB menyatkan tetap komitmen untuk membantu rakyat Afghanistan, tapi mereka juga harus realistis setelah terjadi serangan berdarah terhadap staffnya yang menjadi serangan terburuk selama PBB mengemban tugas di Afghanistan.
Oleh sebab itu, sejak hari Senin kemarin perwakilan kantor PBB di Afghanistan menyatakan menunda sejumlah program kerjanya di Afghanistan dan memutuskan untuk memindahkan 600 staffnya ke tempat yang lebih aman selama tiga sampai empat minggu sampai PBB menemukan pemukiman yang lebih aman untuk para staffnya itu.
PBB membantah kalau keputusan itu akan berujung pada penarikan seluruh staff PBB dari Afghanistan. "Kami tidak menarik diri dari Afghanistan atau sedang melakukan evakuasi," kata Kepala Misi PBB, Kai Eide yang berkebangsaan Norwegia.
Sedikitnya ada 1.100 staff PBB yang ditugaskan di Afghanistan. Sebagian besar tinggal di kota Kabul dan selebihnya tersebar di lebih dari 90 wisma penginapan di seluruh Afghanistan.
Menyusul serangan Taliban ke wisma penginapan PBB tanggal 28 Oktober kemarin, Sekjen PBB Ban Ki-moon sudah mengusulkan tambahan dana sebesar 75 juta dollar untuk keperluan peningkatan pengamanan bagi para staff PBB di Afghanistan.
Insiden di Aghanistan berdampak ke kantor perwakilan PBB di Pakistan. Kantor perwakilan PBB di Pakistan menunda sejumlah program pembangunan jangka panjang untuk wilayah pedalaman negeri itu dan di North West Frontier Province, provinsi Pakistan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan dan menjadi basis Taliban Pakistan.
Di Pakistan, PBB sudah kehilangan 11 staffnya dalam berbagai peristiwa serangan sepanjang tahun 2009, termasuk peristiwa serangan ke kantor Program Pangan Dunia PBB di Islamabad bulan Oktober kemarin yang menewaskan lima orang. (ln/yn)
Lainnya (Arsip)
- Pengadilan Italia: Hukuman Penjara untuk 23 Agen CIA
Kamis, 05/11/2009 12:49 WIB - Diplomat AS Tuduh Petinggi Muslim Bosnia Terlibat Dalam Jaringan Kriminal
Kamis, 05/11/2009 11:05 WIB - Lemparan Telur Buat Dubes Israel di Turki
Kamis, 05/11/2009 09:20 WIB - Giliran Azan Shalat Dilarang di Azerbaijan
Kamis, 05/11/2009 08:29 WIB - Tilawah Imam Masjidil Haram Islamkan Pekerja Philipina
Kamis, 05/11/2009 08:10 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




