Taliban Berjanji Mengalahkan Militer Pakistan

Senin, 19/10/2009 17:03 WIB | Arsip | Cetak

Pasukan militer dan Taliban saling mengklaim kemenangan dalam pertempuran yang berlangsung di sepanjang perbatasan di selatan Waziristan. Serangan militer Pakistan ini dimaksudkan untuk membersihkan negaranya dari unsur-unsur ekstrimis.

Truk pengangkut tank telah melewati kota Bara, sebuah kota di wilayah Khyber yang dikuasai para pemimpin suku, yang berdekatan dengan perbatasan Afghanisgtan.

Sementara itu, offensive militer Pakistan ke Waziristan itu menjadi topik pembicaraan antara Senator John Kerry dan Kepala Komando Pasukan AS, David Petraeus, yang sedang berada di ibukota Pakistan, Islamabad. Kerry dan Petraeus terus mendorong militer Pakistan dan para pemimpin politik di negeri itu untuk membersihkan kaum ekstrimis. Karena menurut Kerry dan Petraeus ini, Pakistan dapat menjadi pangkalan Taliban untuk menyerang pasukan Barat yang ada di Afghanistan.

Dibagian lain, juru bicara Taliban, menegaskan, "Kami akan bertempur sampai darah yang penghabisan", dan berjanji akan mempertahankan Waziristan. Sementara itu, fihak intelijen Barat memprediksi bahwa militer Pakistan akan gagal menguasai Waziristan.

Dalam keterangan militer Paksitan, melalui juru bicaranya, menyatakan 60 militan tewas, dan 6 tentara tewas, saat dimulai offensive. Sejak tahun 2004, militer Pakistan selalu gagal menguasai wilayah perbatasan yang terletak di selatan Waziristan.

Taliban mengklaim berhasil banyak menghancurkan dan menimbulkan 'kerugian besar' di fihak militer Pakistan. Pejuang Taliban itu juga mengklaim betrhasil memukul mundur kembali ke markasnya. Sementara itu fihak militer mengklaim, berhasil menutup akses para gerilyawan Taliban ke kota Waziristan.

"Kami tahu bagaimana berperang di dalam perang melawan Taliban dengan korban yang sedikit", ucapnya. "Militan memiliki kemampuan bertahan yang sangat baik untuk menghadapi offensive militer",  ucap Ehsan Mesud. Taliban mengontrol wilayah yang sangat luas 1.275 mil, termasuk wilayah Waziristan, yang sekarang ini di bawah kontrol Mehsud. (m/jp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang