Taliban: Karzai Itu Presiden Boneka!

Rabu, 04/11/2009 06:37 WIB | Arsip | Cetak

Terpilih sebagai Presiden Afganistan yang kedua kalinya, Hamid Karzai berjanji pada hari Selasa kemarin (3/11) untuk membentuk sebuah pemerintahan "inklusif." Komisi pemilihan umum Afghanistan pada hari Senin membatalkan pemilu presiden putaran kedua setelah saingan Karzai satu-satunya, mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah, menarik mundur dirinya sendiri dari pemilu.

Washington dan Britania dengan segera melegitimasi Karzai dengan memberikan ucapan selamat kepadanya. "Pemerintah saya adalah untuk semua rakyat Afghan. Semua orang yang ingin bekerja sama dengan saya, yang paling diterima," kata Karzai dalam pidato kemenangannya televisi nasional. "Akan ada perubahan penting dalam pemerintah masa depan (Afghanistan). Sekarang kami bertekad untuk menggunakan semua kekuatan kami, dengan cara apa pun, untuk menghapus noda ini (korupsi) dari tanah kami," katanya.

Walau Karzai memiliki banyak pendukung, terutama dari Pashtun selatan dan timur, dan dibuktikan dengan ratusan orang yang turun ke jalan dalam perayaan di kota barat Herat pada hari Senin, namun tidak semua orang di ibukota bahagia dengan kembalinya Karzai. Karzai telah memerintah sejak Taliban digulingkan oleh AS tahun 2001.

"Apa pun yang telah dilakukan selama tujuh terakhir atau delapan tahun, itu akan menjadi sama lagi," ujar Daulat Haji, sorang penduduk Kabul kepada Reuters. "Begitu banyak orang meninggal dalam masa jabatannya, dan harga-harga naik untuk segalanya."

Presiden Boneka

Bagaimana dengan reaksi Taliban? Kelompok pejuang tanah air Afghanistan itu menanggapinya dengan mengatakan Karzai sebagai "presiden boneka." Taliban juga mengatakan bahwa Barat ikut berperan besar dalam membatalkan putaran kedua pilpres Afghanistan.

"Pembatalan pemilu putaran kedua menunjukkan bahwa Afghanistan ditentukan di Washington dan London, sementara pengumuman dibuat di Kabul," sebuah pernyataan Taliban dikeluarkan pada hari Selasa.

"Yang mengejutkan adalah dua minggu lalu, mereka mengatakan bahwa presiden boneka Hamid Karzai terlibat dalam kecurangan. Tetapi sekarang dia terpilih sebagai presiden berdasarkan suara palsu yang sama, Washington dan London langsung mengirimkan ucapan selamat."

Sekitar 67.000 tentara AS dan 42.000 pasukan sekutu menduduki Afghanistan selama bertahun-tahun. Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa penambahan pasukan masih menunggu keputusan Barack Obama mungkin satu pekan lagi. (sa/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang