Taliban: Karzai Itu Presiden Boneka!

Terpilih sebagai Presiden Afganistan yang kedua kalinya, Hamid Karzai berjanji pada hari Selasa kemarin (3/11) untuk membentuk sebuah pemerintahan "inklusif." Komisi pemilihan umum Afghanistan pada hari Senin membatalkan pemilu presiden putaran kedua setelah saingan Karzai satu-satunya, mantan Menteri Luar Negeri Abdullah Abdullah, menarik mundur dirinya sendiri dari pemilu.
Washington dan Britania dengan segera melegitimasi Karzai dengan memberikan ucapan selamat kepadanya. "Pemerintah saya adalah untuk semua rakyat Afghan. Semua orang yang ingin bekerja sama dengan saya, yang paling diterima," kata Karzai dalam pidato kemenangannya televisi nasional. "Akan ada perubahan penting dalam pemerintah masa depan (Afghanistan). Sekarang kami bertekad untuk menggunakan semua kekuatan kami, dengan cara apa pun, untuk menghapus noda ini (korupsi) dari tanah kami," katanya.
Walau Karzai memiliki banyak pendukung, terutama dari Pashtun selatan dan timur, dan dibuktikan dengan ratusan orang yang turun ke jalan dalam perayaan di kota barat Herat pada hari Senin, namun tidak semua orang di ibukota bahagia dengan kembalinya Karzai. Karzai telah memerintah sejak Taliban digulingkan oleh AS tahun 2001.
"Apa pun yang telah dilakukan selama tujuh terakhir atau delapan tahun, itu akan menjadi sama lagi," ujar Daulat Haji, sorang penduduk Kabul kepada Reuters. "Begitu banyak orang meninggal dalam masa jabatannya, dan harga-harga naik untuk segalanya."
Presiden Boneka
Bagaimana dengan reaksi Taliban? Kelompok pejuang tanah air Afghanistan itu menanggapinya dengan mengatakan Karzai sebagai "presiden boneka." Taliban juga mengatakan bahwa Barat ikut berperan besar dalam membatalkan putaran kedua pilpres Afghanistan.
"Pembatalan pemilu putaran kedua menunjukkan bahwa Afghanistan ditentukan di Washington dan London, sementara pengumuman dibuat di Kabul," sebuah pernyataan Taliban dikeluarkan pada hari Selasa.
"Yang mengejutkan adalah dua minggu lalu, mereka mengatakan bahwa presiden boneka Hamid Karzai terlibat dalam kecurangan. Tetapi sekarang dia terpilih sebagai presiden berdasarkan suara palsu yang sama, Washington dan London langsung mengirimkan ucapan selamat."
Sekitar 67.000 tentara AS dan 42.000 pasukan sekutu menduduki Afghanistan selama bertahun-tahun. Seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan bahwa penambahan pasukan masih menunggu keputusan Barack Obama mungkin satu pekan lagi. (sa/wb)
Lainnya (Arsip)
- Mufti Perempuan? Serius, Dubai?
Rabu, 04/11/2009 05:53 WIB - Para Profesor Norwegia: Tutup Universitas Israel!
Rabu, 04/11/2009 05:14 WIB - Popularitas Obama Makin Merosot, Dibawah Rata-Rata
Selasa, 03/11/2009 16:36 WIB - Kedatangan Bostrom ke Israel, Diprotes dan Diboikot
Selasa, 03/11/2009 14:49 WIB - Kapal Perang "Serangan 11 September" Mulai Dioperasikan
Selasa, 03/11/2009 11:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




