Taliban Pakistan Tolak Demokrasi
.jpg)
Sufi Mohammad, salah satu ulama pro-Taliban di Pakistan menyatakan, tidak ada ruang bagi konsep demokrasi jika Taliban berkuasa di seluruh Pakistan. Mohammad menegaskan hal tersebut di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di kota Mingora, Swat Valley, sebelah baratlaut Pakistan.
Para pendukung Taliban di Pakistan tumpah ruah ke kota itu, untuk merayakan kemenangan mereka setelah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan seluruh anggota dewan legislatif Pakistan menyetujui diterapkannya hukum Islam di enam distrik di wilayah baratlaut Pakistan, termasuk Swat Valley.
Pemerintah Pakistan menyetujui penerapan hukum Islam yang menjadi rujukan sistem hukum Taliban, sebagai salah satu kesepakatan antara pemerintah dan Taliban untuk mengakhiri aksi-aksi kekerasan di Pakistan. Sufi Mohammad, salah satu ulama di Pakistan yang pro-Taliban dan ikut dalam negosiasi dengan pemerintah Pakistan mengatakan bahwa pemerintahan Pakistan telah menerapkan sistem demokrasi yang oleh Taliban disebut sistem "orang kafir".
Di depan ribuan massa pendukungnya, Mohammad mengatakan bahwa semua hakim, pengacara dan para ulama yang pro-demokrasi adalah "pemberontak". Ia juga memerintahkan semua hakim yang selama ini berpihak pada pada pemerintah Pakistan segera meninggalkan wilayah dimana pemerintah Pakistan sudah mengijinkan diberlakukannya syariah Islam ala Taliban, paling lambat tanggal 23 April mendatang.
"Jika mereka tidak juga angkat kaki, pemerintah-lah yang akan bertanggung jawab atas semua konsekuensinya," ancam Mohammad.
Ia juga menyatakan bahwa sistem hukum Taliban ada hukum tertinggi dan tidak bisa diganggugugat, bahkan jika sampai ke tingkat mahkamah agung Pakistan sekalipun.
Sumber-sumber di Pakistan menyebutkan bahwa kelompok Taliban di Pakistan kini sudah mulai melebarkan kekuatannya dari wilayah baratlaut ke provinsi Punjab dan Sindh. Taliban, adalah kelompok Islam yang menganut paham Wahabi yang keras, salah satunya melarang anak perempuan sekolah. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Kekacauan dan Pembunuhan di Tepi Barat
Senin, 20/04/2009 10:49 WIB - Taliban Pakistan : Demokrasi Sistem Yang Tidak Islami
Senin, 20/04/2009 10:30 WIB - Konferensi Anti Rasisme, Obama Melindungi Israel
Senin, 20/04/2009 10:01 WIB - Mantan Kepala CIA: Menyiksa Orang Membuat AS Lebih Aman
Senin, 20/04/2009 10:00 WIB - Indonesia Menjadi Obyek "Wisata Seks" Terpopuler Bagi Turis Arab
Minggu, 19/04/2009 17:06 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




