Taliban Serang Jantung Kota Kabul
.jpg)
Ibukota Afghanistan, Kabul mencekam akibat baku tembak antara aparat keamanan Afghanistan dengan kelompok militan Taliban. Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan 38 orang luka-luka.
Baku tembak terjadi setelah kelompok militan Taliban melakukan serangan ke sejumlah gedung pemerintah termasuk gedung bank sentral Afghanistan. Sejumlah aparat mengatakan, kelompok militan itu meledakkan beberapa bom di dalam gedung dan meledakkan sebuah ambulan yang sedang parkir di depan kantor kementerian dalam negeri. Polisi Afghanistan berhasil mencegah kelompok militan itu masuk ke dalam kantor mendagri setelah melakukan perlawanan sengit.
"Korban tewas terdiri dari warga sipil dan sejumlah personel keamanan. Sedangkan yang lula-luka kebanyakan warga sipil," kata Sayed Kabir Amiri, pejabat kementerian kesehatan yang mengepala rumah-rumah sakit di Afghanistan.
Sumber-sumber di pemerintahan Afghanistan mengatakan, lebih dari 200 personel keamanan dikerahkan untuk membendung serangan Taliban yang terjadi hari ini, Senin (18/1) siang. Aparat keamanan Afghanistan mengklaim berhasil menewaskan empat anggota kelompok militan dalam baku tembak yang berlangsung lebih dari tiga jam itu.
Jubir Taliban, Zabihullah Mujahid sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan bahwa mereka mengerahkan sekitar 20 anggota Taliban untuk melakukan serangan ke sejumlah gedung pemerintahan di kota Kabul.
Serangan ke kota Kabul hari Senin pagi terlihat seperti serangan yang sudah direncanakan dan terkordinasi dengan rapi. Meski menelan banyak korban, pemerintah dan sejumlah politisi Afghanistan mengatakan bahwa serangan itu tidak terlalu siginifikan.
Presiden Afghanistan Hamid Karzai dalam pernyataannya meyakinkan warga kota Kabul bahwa situasi keamanan sudah pulih dan terkendali. Sementara anggota parlemen Afghanistan, Ahmed Joyenda mengatakan bahwa serangan itu tidak menunjukkan kekuatan Taliban.
"Mereka tidak mampu menggempur militer Afghanistan sebagai target mereka dan cuma bisa menjadi rakyat sebagai sasaran. Itu artinya mereka lemah," kata Joyenda.
Perlawanan kelompok militan Taliban makin makin berani dan meluas meskipun militer AS sudah menambah pasukannya ke Afghanistan hingga 30.000 personel. Serangan Taliban hari makin menguatkan keraguan bahwa AS dan koalisi pasukannya mampu memenangkan perang melawan kelompok Taliban di negeri itu. (ln/aljz/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Masyarakat Inggris Setuju Blair Diperiksa Sebagai Penjahat Perang Irak
Senin, 18/01/2010 16:36 WIB - Istanbul, Ibukota Kebudayaan Eropa dan Tergerusnya Budaya Islami
Senin, 18/01/2010 15:45 WIB - Unjuk Rasa di Libanon: Mubarak Agen Israel dan AS
Senin, 18/01/2010 12:46 WIB - Pemerintah Yaman: Menyerahlah, Imam Anwar!
Senin, 18/01/2010 11:55 WIB - Rekor Suram Bunuh Diri Tentara AS di Tahun 2009
Senin, 18/01/2010 11:37 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




