Taliban Setuju Mundur dari Basis Pertahanannya
.jpg)
Militan Taliban dilaporkan akan mundur dari basis pertahanannya di Lower Dir, distrik di North Western Frontier Province (NWFP), Pakistan. Surat Kabar Pakistan, Dawn News edisi Jumat menyebutkan bahwa militan Pakistan akan menarik diri dari kamp-kampnya di wilayah Asbanr dan Gulabad yang berhasil mereka kuasai awal bulan April kemarin.
Dawn News mengutip sumber-sumber yang tidak mau disebut jati dirinya. Mereka mengatakan, dalam pertemuan dengan masyarakat setempat, Taliban memberikan jaminan bahwa mereka akan mundur dari wilayah itu. Sebuah dewan yang beranggotakan tokoh masyarakat lokal mendesak Taliban agar meninggalkan wilayah mereka karena telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan menjadi korban pertikaian antara Taliban dan aparat keamanan Pakistan.
Kabar akan mundurnya Taliban untuk sementara membuat lega militer Pakistan. Tentara Pakistan bisa dibilang kewalahan menghadapi perlawanan Taliban. Mereka mengakui bahwa kekuatan Taliban diluar dugaan dan perkiraan mereka selama ini.
Taliban menguasai kawasan Lower Dir dan distrik Buner, setelah pemerintah menyetujui penerapan hukum Islam di basis Taliban di Lembah Swat yang letaknya berdekatan dengan kedua wilayah tersebut. Pengambilalihan distrik Buner yang hanya berjarak 100 kilometer dari ibukota Pakistan, Islamabad menyebab pemerintah Pakistan memberlakukan situasi siaga untuk mengantisipasi meluasnya perlawanan Taliban hingga ke ibukota. Pemerintah Pakistan sampai menggelar operasi yang diberi nama Operasi "Black Thunder" untuk mencegah masuknya Taliban ke Islamabad dan kota-kota penting lainnya di Pakistan.
Menguatnya pengaruh Taliban di Pakistan juga membuat AS dan negara-negara Barat lainnya khawatir, terutama atas nasib persenjataan-persenjataan nuklir Pakistan jika sampai jatuh ke tangan Taliban. Untuk itu, AS membantu Pakistan dengan menggelar berbagai operasi militer ke wilayah-wilayah yang menjadi basis kuat Taliban, antara lain ke Lembah Swat. Namun operasi militer AS kerap menimbulkan korban di kalangan warga sipil Pakistan. Di sisi lain, militer Pakistan mengklaim berhasil membunuh lebih dari 1.100 militan Taliban dalam berbagai operasi mereka di Swat dan di distrik-distrik di dekatnya.
Pertempuran antara Taliban dan aparat militer Pakistan memaksa warga mengungsi agar tidak menjadi korban pertikaian. Data PBB menyebutkan, saat ini ada sekitar 1,5 juta pengungsi Pakistan yang hidup di tenda-tenda dengan kondisi memprihatinkan. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- PM Turki: Selamat Tinggal Politik
Jumat, 22/05/2009 13:06 WIB - Canggihnya Ambulan Terpanjang Di Dunia Milik Dubai
Jumat, 22/05/2009 12:58 WIB - Polisi Yunani Lecehkan al-Quran
Jumat, 22/05/2009 12:50 WIB - Al-Qaidah Ancam Inggris Untuk Bebaskan Abu Qatada Dalam Waktu 15 Hari
Jumat, 22/05/2009 09:51 WIB - Mengenang 400 Tahun Pengusiran Muslim Spanyol
Jumat, 22/05/2009 07:36 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




