Teka-Teki Insiden Fort Hood, Hasan Menolak Bicara

Rabu, 11/11/2009 09:52 WIB Cetak |  Kirim

Spekulasi apa sebenarnya motif dibalik aksi penembakan di Fort Hood terus bergulir di AS. Senat AS menyatakan akan melakukan penyelidikan penuh atas kasus ini. Sementara FBI mengait-ngaitkan aksi penembakan yang dilakukan Mayor Nidal Malik Hasan dengan seorang imam Muslim yang oleh AS diklaim radikal dan dekat dengan kelompok teroris.

Presiden AS Barack Obama secara khusus menghadiri upacara pemakaman 13 tentara AS yang menjadi korban dalam aksi penembakan itu, Selasa (10/11) waktu setempat. Dalam pidatonya, Obama menyatakan bahwa pelakunya akan diadili baik di dunia maupun di akhirat.

"Mungkin sulit memahami logika bengkok yang menyebabkan tragedi ini terjadi, tapi kita semua tahu bahwa tidak ada satu pun keyakinan yang membenarkan pembunuhan dan tindakan pengecut seperti ini. Kita semua tahu bahwa pelakunya akan menghadapi pengadilan di dunia maupun di akhirat kelak," ujar Obama dalam pidatonya.

Hasan dan Imam Radikal

Sampai saat ini, apa motif Hasan melakukan aksi penembakan itu belum terungkap. Tapi sejumlah laporan yang muncul, mengaitkan motif penembakan dengan hubungan antara Hasan dengan Anwar Al-Awlaki, seorang imam Muslim keturunan Yaman, kelahiran AS. Oleh pemerintah AS, Imam Al-Awlaki dianggap sebagai salah seorang pemuka Muslim yang menganut pemikiran radikal.

Al-Awlaki pernah menjadi imam di Islamic Center Dar Al-Hijrah, Falls Church, Virginia pada tahun 2001 dan Hasan disebut-sebut sering datang ke tempat itu untuk ikut salat berjamaah, termasuk dua pelaku yang oleh AS dituding terlibat serangan 11 September.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa Imam Al-Awlaki yang kini menetap di Yaman, memuji apa yang telah dilakukan Hasan dan menyebut Hasan sebagai "pahlawan." Tapi sejumlah pemuka Muslim di AS menegaskan, tidak ada satu pun ajaran Islam yang membenarkan tindakan Hasan.

"Apa yang dilakukan Hasan jelas bertentangan dengan hukum Islam, meski dari pemberitaan disebutkan bahwa Hasan seorang Muslim yang taat," kata Feisal Abdul Rauf, seorang imam di New York dan pimpinan Cordoba Initiative.

"Saya khwatir insiden ini akan menimbulkan reaksi negatif orang-orang Amerika terhadap agama Islam dan Muslim di negeri itu," sambungnya.

Sementara cendikiawan Muslim, Akbar Ahmed menyatakan, Fort Hood adalah sebuah kamp dan bukan zona perang dan Hasan melakukan tindakan itu tidak ditengah-tengah peperangan. "Islam dengan jelas memberikan aturan tentang perang. Kalifah Abu Bakar menetapkan aturan bahwa tidak boleh membunuh kaum perempuan, ulama dan merusak tumbuh-tumbuhan," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Imam Zaid Shakir, Imam di Zaytuna Institute, California. " Membunuh orang tak berdosa sama artinya membunuh seluruh umat manusia," tukasnya.

Organisasi Muslim terbesar di AS, Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengkritik mereka yang memuji tindakan Hasan di Fort Hood. "Menyebut seorang pelaku pembunuhan sebagai pahlawan, sama artinya melecehkan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam," kata Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad dalam pernyataan resminya.

Ia juga menolak jika Muslim AS dikaitkan dengan Imam Al-Awlaki. Menurutnya, artikel-artikel yang ditulis Al-Awlaki dan diposting di dunia maya, mengandung pandangan-pandangan yang menyesatkan. "Dan itu tidak mewakili pandangan seluruh Muslim Amerika dan tidak merefleksikan sentimen atau ajaran Islam pada umumnya," tukas Awad.

Sementara itu, tim FBI yang mengklaim telah memonitor email-email Imam Al-Awlaki mengatakan bahwa Awlaki melakukan kontak dengan Hasan melalui email sedikitnya 10 sampai 20 kali. Tapi menurut FBI tidak perlu ada penyelidikan lebih lanjut karena isi email-email tersebut tidak berbahaya.

FBI juga menyatakan bahwa insiden penembakan di Fort Hood tidak ada kaitannya dengan aksi teroris atau jaringan terorisme serta tidak ada bukti bahwa ada konspirasi dibalik insiden berdarah itu.

Penyelidikan Penuh

Tim investigasi kasus Fort Hood masih terus mencari motif dibalik insiden penembakan itu. Pada saat yang sama , Pimpinan Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS, Senator Joe Lieberman menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan penuh atas kasus yang disebutnya sebagai "serangan mematikan" dan akan menggelar dengar pendapat publik mulai pekan depan.

"Serangan mematikan ini harus diselidiki hingga tuntas dari setiap aspek, untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," tandasnya.

Lieberman mengatakan, penyelidikan akan dilakukan seputar apa motif Hasan melakukan penembakan dan apakah pemerintah telah lalai dalam memberikan sinyal kewaspadaan yang bisa mencegah insiden itu serta pelajaran apa yang bisa diambil AS dari kasus tersebut.

Mayor Hasan sendiri, yang saat ini masih dirawat di rumah sakit militer, dikabarkan sudah mulai pulih dari luka tembak yang dialaminya, tapi menolak dimintai keterangan oleh tim investigasi. Kasus Hasan akan disidangkan dalam pengadilan militer.(ln/iol/bbc/time)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG