Tekan Biaya Pengeluaran Negara, Yordania Potong Gaji Menteri

Kamis, 18/03/2010 09:42 WIB | Arsip | Cetak

Perdana Menteri Yordan, Samir Rifai

Sebuah langkah yang realistis yang diterapkan oleh pemerintah Yordania dalam menekan biaya pengeluaran negara yang besar untuk para pejabatnya, dalam situasi krisis ekonomi seperti saat ini.

Dewan kementerian Yordania telah memutuskan untuk mengurangi gaji bulanan perdana menteri dan para menteri kabinet dari 20 persen hingga 28 persen, dengan alasan untuk 'mengontrol biaya pengeluaran negara', kata seorang pejabat Yordania Rabu kemarin (17/3).

Menurut kantor berita resmi Yordania (Petra) menyatakan bahwa "dewan kementerian memutuskan dalam sebauh rapat yang diselenggarakan hari Selasa lalu yang diketuai oleh perdana menteri Samir Rifai dan memutuskan dengan sukarela akan melaksanakan pengurangan gaji dari semua anggota menteri kabinet sebesar 20 persen perbulan."

Dewan kementerian mengatakan bahwa keputusan itu datang sejalan dengan alasan untuk mengontrol pengeluaran anggaran biaya negara bagi para pejabat pemerintah dan tindakan ini juga sebagai model dan contoh bagi semua keputusan yang ada, untuk mengkampanyekan adanya prinsip solidaritas dengan rakyat Yordania dalam situasi serta kondisi perekonomian yang sedang carut marut seperti saat ini."

"Dewan memutuskan untuk memotong gaji para pejabat, yang dana tersebut akan dipakai khusus untuk membantu orang miskin, yang akan di implementasikan oleh Departemen Pembangunan Sosial."

Sebuah sumber di kantor perdana menteri mengatakan: "Setiap menteri kabinet Yordan akan dikurangi gajinya mulai dari 600 dinar (sekitar 845 dolar), yang mewakili 20% dari gaji bulanan mereka."

Tapi sumber tersebut tidak bisa menentukan besaran jumlah yang akan dipotong dari gaji Perdana Menteri, yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan. Sumber menegaskan bahwa Samir Rifai (PM Yordan) merupakan salah satu pendukung terkuat dari resolusi ini."

Menurut Departemen Keuangan, volume utang internal dan eksternal ke Yordania pada tahun 2009 meningkat sekitar 13 miliar dolar, naik 13% dibandingkan dengan tahun 2008.

Inflasi di Yordania pada tahun 2008, meningkat ke rekor tertinggi sekitar 5,15% dibandingkan dengan tahun 2007.

Pemerintah baru yang dibentuk pada bulan Desember 2009 lalu yang dipimpin oleh Samir Rifai, memprioritas untuk mendukung kestabilan perekonomian.

Bagaimana dengan Indonesia?? Oh tentu saja tidak akan menerapkan keputusan seperti Yordania, meskipun krisis ekonomi, rakyat banyak yang masih miskin, utang yang menumpuk, namun untuk urusan gaji pejabat..Indonesia jagonya. Mana ada pejabat Indonesia yang mau gajinya dipotong sampai 20 persen dalam kondisi krisis ekonomi.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang