Tentara Yang Kecanduan Narkoba

Selasa, 24/11/2009 04:42 WIB Cetak |  Kirim

Bisa apa sebenarnya tentara Afghanistan? Hamid Karzai, sang presiden, berjanji akan segera mengambil alih keamanan bangsa dari pasukan asing, namun banyak yang meragukannya.

Abdul Rahim Wardak, menteri pertahanan Afghanistan, baru saja melantik 400.000 orang tentara baru. Jumlah polisi akan meningkat ke 160.000 dari 97.000 saat ini, kata Zamarai Bashary, seorang jurubicara kementerian dalam negeri.

Namun, sebanyak apapun tentara Afghanistan, mereka menghadapi kendala pertama yang luar biasa berat: para tentaranya kecanduan obat-obatan.

Dari 94.000 tentara Afghanistan yang dilatih NATO sejauh ini, 10.000 sudah hilang, kata Jenderal Egon Ramms, komandan Jerman kantor pusat operasional yang bertanggung jawab atas yang dipimpin NATO Pasukan Bantuan Internasional di Afghanistan (ISAF). Sekitar 15 persen pecandu narkoba, ujarnya.

Polisi Afghanistan pun menghadapi masalah yang sama, rentan terhadap korupsi dan pelatihan terhadap mereka sudah tidak efisien, tambah Ramms.

Jenderal AS, Stanley McChrystal berencana untuk melipatgandakan jumlah polisi Afghanistan dalam beberapa tahun. Kerugian mereka diperkirakan mencapai 1.500 tewas tahun ini, dan sekitar 10.000 yang membelot.

Jadi, mau apa sekarang, Karzai? (sa/tel)


(Arsip Dunia Islam)

Apa itu At-Tawarruq?

At-Tawarruq adalah jika seseorang membeli barang dari seorang penjual dengan harga kredit lalu ia menjual barang tersebut secara kontan kepada pihak ketiga selain dari penjual. Dinamakan dengan nama At-Tawarruq dari kalimat waraqoh yaitu lembaran uang, sebab pembeli yang merupakan pihak pertama sebenarnya tidak menginginkan barang tapi yang ia inginkan hanyalah mendapatkan uang

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

 

Sekolah Untuk Anak 2 Tahun

Anak saya ini seperti stres menghadapi hari-harinya di rumah tanpa sekolah, sering sekali bila pagi hari dia bertanya : "Ummi kapan kakak sekolah lagi?" Saya bingung di rumah saya kasih dia buku-buku, tapi sepertinya dia cepat bosan.

PELUANG