Terancamnya Kota Kabul

Selasa, 17/11/2009 11:00 WIB | Arsip | Cetak

Tak ada tempat yang aman bagi tentara asing di Afghanistan. Para pejuang Taliban terus melakukan perlawanan terhadap kehadiran pasukan asing di negara itu. Sebuah bazaar (pasar)  yang ramai ditembaki dengan roket oleh Taliban, di saat para komandan pasukan Perancis sedang melakukan pertemuan dengan sejumlah kepala suku Afghanistan. Sebelumya PBB telah meninggalkan kota Kabul, karena tidak ada lagi jaminan keamanan bagi mereka. Pemerintah Afghanistan dibawah Hamid Karzai juga tak mempu menjamin keamanan mereka.

Taliban dengan menggunakan roket menyerang bazaar, yang terletak di utara kota Kabul, Senin lalu, dan mengacaukan pertemuan antara pasukan Perancis dengan sejumlah kepala suku Afghanistan. Akibat serangan itu, 10 orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, pasukan Nato memberitakan 4 orang sipil tewas, dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Tidak diberitakan korban pihak militer akibat serangan Taliban itu. Pasukan Nato yang sedang berada di dekat kejadian itu, sibuk melakukan evakuasi korban.

Serangan yang dilancarkan Taliban di dekat distrik Tagab, yang letaknya hanya 35 mil dari kota Kabul. Serangan yang ditujukkan ke bazaar yang dikuasai oleh suku Pashtun dan Tajik ini, sebagai tekanan terhadap kekuatan lokal oleh Taliban yang ada di wilayah itu. Semakin dekatnya wilayah jangkauan Taliban terhadap kota-kota yang sekarang di kuasai pemerintah Afghanistan, menggambarkan sebenarnya pemerintah Karzai sangatlah rapuh. "Taliban melakukan serangan dari wilayah Badrab, di mana wilayah itu menjadi basis tempat gerakan mereka",  ujar seorang juru bicara kepala polisi setempat, Haji Mohammed Akbar.

Christophe Prazuck, juru bicara milter Perancis, mengatakan serangan yang dilancarkan Taliban itu, sebenarnya sasarannya diarahkan ke tempat pertemuan antara sejumlah jenderal Perancis dengan para kepala suku, yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari tempat serangan. Sebenarnya, tidak jelas benar duduk masalahnya, karena pertemuan para pemimpin militer Perancis dengan kepala suku setempat itu hanya membahas projek yang dibutuhkan di wilayah itu, ujar Prazuck.

Beberapa saat sebelumnya, di distrik Arghandab, yang terletak di selatan kota Kandahar, seorang pejabat lokal, Taliban melakukan serangan terhadap kantor polisi setempat yang menyebabkan delapan pejabat provinsi Kandahar  tewas, yang belum diketahui indentitasnya. Memang, nampaknya pasukan Nato di Afghanistan tak dapat berbuat banyak menghadapi Taliban. (m/tnt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang