Terima Kasih, Mr Galloway!
Ada beberapa orang Barat yang benar-benar konsern dengan permasalahan Palestina. Bukan hanya sekadar di bibir saja, tapi mereka melakukan sebuah usaha yang sungguh-sungguh. Sebutlah nama George Galloway di Gaza. Maka, orang akan menganggukkan kepala untuk menghormatinya.
Sebagian orang Palestina bahkan tidak ragu mendoakan Galloway agar ia menjadi pemeluk Islam. Memang tidak sampai mengidolakannya, namun Galloway diyakini memiliki moral dan nilai-nilai sebagai orang Islam sendiri dan dia menggunakan posisinya untuk menolong orang Islam.
Siapa sebenarnya Galloway?
Galloway adalah anggota Parlemen Inggris sekaligus pimpinan dari Respect Party. Ia hadir dalam konferensi Al-Quds Internasional di Istanbul, Turki, dan juga berbagai okasi lainnya. Ia menyerukan Mahmud Abbas agar mementingkan persatuan antara Fatah dengan HAMAS terlebih dahulu sebelum mau diajak berunding dengan Zionis-Israel dalam Pertemuan di Annapolis akhir November 2009 lalu yang disponsori Amerika Serikat.
George Galloway dilahirkan di kota Skotlandia, Dundee. Dia meninggalkan sekolah pada usia enam belas untuk menjadi pekerja pabrik Michelin, di mana ia bergabung dengan Serikat Pekerja Transportasi dan Umum dan tetap menjadi anggotanya sampai hari ini.
Dia adalah ketua Partai Buruh termuda di Skotlandia pada usia dua puluh enam tahun. Pada tahun 1983, ia pindah ke London sebagai Sekretaris Jenderal pada War On Want, badan pembangunan internasional. Ia pertama kali terlibat dalam Palestina pada awal 1970-an. Pada tahun 1980, ia mengatur kota Dundee dengan replika kota Palestina. Dengan demikian, balai kota Dundee menjadi bangunan publik pertama di negara barat yang mengibarkan bendera Palestina.
Juga, pada 1980 ia membentuk Uni Trades Inggris Friends of Palestine dan menjadi Sekretaris Jenderalnya yang pertama. Pada 1990, ia adalah salah satu penentang utama perang di Teluk meskipun ia belum pernah mengunjungi Irak (satu-satunya negara Arab yang belum pernah ia kunjungi). Pada tahun 2003, George Galloway diusir oleh Tony Blair dari Partai Buruh karena menentang perang Irak.
Dia adalah seorang sering penyiar, penulis, dan pembicara publik. Ia dianugerahi "Parlemen pendebat" tahun pada tahun 2003, oleh Parlemen Press Corps. Thanks for all your attention, Mr Galloway! (sa/ia/wpdia/gg)
Lainnya (Arsip)
- Senator AS: Tentara Muslim Harus Diseleksi Dengan Ketat
Kamis, 14/01/2010 17:48 WIB - Sejarah Kelam Amerika di Haiti
Kamis, 14/01/2010 16:22 WIB - Mau Kemana Afghanistan, Ki-Moon?
Kamis, 14/01/2010 15:19 WIB - Dalam Sekejap, 100.000 Orang Tewas Akibat Gempa di Haiti
Kamis, 14/01/2010 12:38 WIB - Di Inggris, Janggut Dianggap Membahayakan Para Petinju
Kamis, 14/01/2010 12:20 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




