Ternyata CIA "Berselingkuh" Dengan Pasukan Blackwater

Pasukan keamanan swasta dari Blackwater Worldwide ternyata turut berpartisipasi dalam beberapa operasi CIA yang paling sensitif, termasuk serangan terhadap para tersangka militan di Irak dan Afghanistan, menurut laporan New York Times pada hari Jumat kemarin (11/12).
Blackwater memainkan perannya di Afghanistan dimulai pada awal tahun 2002 ketika CIA menyewa perusahaan swasta tersebut untuk menjaga perimeter di sekitar stasiun di hotel Ariana Kabul, laporkan New York Times di situsnya.
Sekarang Blackwater lebih dikenal dengan nama Xe Services, Blackwater juga dipekerjakan sebagai pasukan keamanan untuk stasiun CIA di Baghdad setelah invasi pimpinan Amerika ke Irak setahun kemudian.
Namun, kata Times peran Blackwater dalam kedua perang itu berubah tajam ketika para pasukan keamanan swasta itu mulai menyediakan jasa keamanan bagi operasi CIA di lapangan, kadang-kadang selama misi ofensif mereka berhubungan dengan tim pasukan dari Delta Force atau Navy Seal.
Penggerebekan terhadap warga yang diduga gerilyawan di Irak, yang dikenal sebagai operasi "merebut dan mengambil", mulai terjadi hampir setiap malam selama tahun-tahun terburuk perang Irak antara 2004 dan 2006.
New York Times juga mengutip pernyataan beberapa mantan pengawal Blackwater yang mengatakan operasi untuk menangkap dan membunuh mujahidin di Irak dan Afghanistan menjadi begitu rutin dan personil Blackwater terkadang menjadi mitra dalam misi bukan hanya sekadar memberikan jasa keamanan bagi petugas CIA.
Nama Blackwater meledak ngetop menjadi berita utama perang Irak setelah penembakan September 2007 di mana para pasukan keamanan swasta itu menewaskan 14 warga sipil Irak tidak bersenjata saat mengawal konvoi diplomat Amerika Serikat yang melewati kota Baghdad.
Satu orang pasukan Blackwater mengaku bersalah atas pembunuhan sehubungan dengan penembakan tersebut, yang juga melukai 20 orang. Lima orang dikenakan dakwaan.
New York Times melaporkan pada bulan Agustus CIA juga mempekerjakan kontraktor Blackwater untuk sebuah program rahasia untuk melacak dan membunuh senior al-Qaidah. Dengan biaya operasi untuk program rahasia jutaan dolar, namun operasi mereka tidak pernah dan gagal menangkap ataupun membunuh senior Al-Qaidah tersebut, kata New York Times.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Amr Mousa: Kandidat Presiden Mesir 2011
Sabtu, 12/12/2009 05:21 WIB - Duta Besar Turki Untuk AS Mengundurkan Diri
Jumat, 11/12/2009 15:24 WIB - Obama Lindungi Pelaku Penyiksaan
Jumat, 11/12/2009 14:56 WIB - Hikayat Nama Jalan dan Krisis di Iran
Jumat, 11/12/2009 13:13 WIB - Aksi Protes di AS, Peti-Peti Mati Untuk Obama
Jumat, 11/12/2009 13:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




