Ternyata Sesama Yahudi pun Rasialis

Senin, 31/08/2009 12:56 WIB | Arsip | Cetak

Perdana Menteri Israel pada hari Ahad kemarin mencela tiga sekolah agama Yahudi atas apa yang ia sebut sebagai tindakan tidak bermoral karena penolakan mereka untuk menerima 100 siswa Yahudi Ethiopia.

Juru bicara dari komunitas 100 orang Yahudi Ethiopia tersebut menyatakan bahwa keputusan sekolah agama Yahudi itu merupakan  tindakan diskriminatif. Yahudi hitam di Israel selama ini telah mengeluhkan adanya diskriminasi terhadap mereka, yang juga sama-sama yahudi meski berkulit hitam.

Lembaga swasta ultra ortodoks yang mendapat subsidi dari pemerintah, telah menyangkal pelarangan dan penolakan siswa Yahudi hitam itu atas motivasi rasialis, sembari mengatakan bahwa anak-anak tersebut memerlukan dana dan kelas khusus untuk meningkatkan kemampuan standar akademik mereka.

Namun PM Israel Benyamin Netanyahu menyebut tindakan tersebut sebagai "tidak toleran".

"Menolak siswa Ethiopia sama saja dengan serangan terhadap moral kita, bertolak belakang dengan etos negara kita, sebagai sebuah masyarakat, sebagai umat Yahudi dan sebagai warga Israel," kata Netanyahu dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara bersama antara radio Israel dan radio militer Israel.

"Sekolah yang terus melanjutkan kebijakannya seperti ini akan menerima konsekuensinya," katanya mengancam. "Saya telah mengatakan kepada menteri pendidikan untuk bertindak setegas mungkin."

Presiden Israel Shimon Peres mengatakan pada pekan lalu bahwa kebijakan sekolah seperti itu sangat memalukan dan negara Israel tidak bisa menerimanya. Sebagian besar anak-anak Yahudi Ethiopia bersekolah di sekolah-sekolah negeri, dan kebanyakan dari mereka bersekolah di sekolah-sekolah agama.

Pimpinan rabbi Israel secara resmi pada tahun 1973 menyatakan bahwa Yahudi Ethiopia menurut kitab suci Yahudi adalah keturunan yahudi dari suku 'Dan' serta berhak untuk berimigrasi ke Israel. Puluhan ribu Yahudi hitam tiba di Israel dengan menggunakan pesawat terbang pada tahun 1980-an dan 1990-an.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang