AS Menyebar Teror Lewat Kamp-Kamp Penjara Rahasia

Kamis, 28/01/2010 11:17 WIB | Arsip | Cetak

AS menciptakan "teror" baru dibalik perang melawan teror yang dikampanyekannya. Teror itu disemainya lewat kamp-kamp penjara rahasia yang tersebar di berbagai negara.

Hal itu terungkap dalam laporan tim investigasi hak asasi manusia PBB, Rabu (27/1). Dalam laporan itu disebutkan, keberadaan kamp-kamp penjara rahasia yang dibuat atas dasar kampanye perang AS melawan teror itu memicu makin meningkatnya kasus-kasus kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Kamp-kamp penjara itu masih digunakan dengan mengatasnamakan perang melawan terorisme di seluruh dunia. Jumlahnya menambah panjang daftar pelanggaran hak asasi manusia yang tidak bisa dibenarkan dengan apapun, termasuk dalam situasi darurat," demikian laporan dari hasil penelitian tim investigasi PBB yang dilakukan selama tahun 2009. Laporan tersebut akan disampaikan ke Dewan HAM PBB yang bermarkas di Jenewa bulan Maret mendatang.

Dalam laporan setebal 222 halaman itu juga menyebutkan, jika dilihat dari cakupan dan perlakuan sistematis yang terjadi di kamp-kamp penjara rahasia itu, bisa disimpulkan bahwa sudah terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tim investigasi PBB melakukan penelitian di kamp-kamp penjara rahasia yang tersebar di 44 negara dan meminta negara yang bersangkutan menjawab daftar pertanyaan terkait praktek-praktek yang dilakukan di kamp-kamp rahasia tersebut. Tim tersebut juga mewawancarai 30 orang yang menjadi korban penahanan di kamp-kamp penjara tersebut, menanyai kerabat atau penasehat hukumnya. Mereka meminta pemulihan, rehabilitas dan kompensasi bagi para korban dan keluarga korban serta proses hukum bagi para pelaku pelanggaran kemanusiaan.

Menurut hasil studi tim investigasi PBB, kampanye perang melawan teror yang dilakukan AS yang telah memicu berdirinya kamp-kamp penjara ilegal di berbagai negara di dunia. Disebutkan bahwa pasca serangan 11 September 2001, Presiden AS ketika itu George W. Bush mendeklarasikan "perang melawan teror" dan untuk itu ia membangun jarangan "kamp-kamp hitam" di seluruh dunia untuk menahan orang-orang yang dicurigai terlibat terorisme. Para tahanan di kamp-kamp tersebut tidak tersentuh oleh proses hukum yang layaknya berlaku.

"Kebijakan kamp rahasis bentuknya bermacam-macam. CIA membuat jaringan kamp penjara rahasianya sendiri untuk menginterogasi apa yang mereka sebut sebagai 'tahanan-tahanan bernilai tinggi'," seperti yang tertulis dalam laporan itu.

Tim investigasi PBB juga mengungkapkan bahwa setelah invasi AS ke Irak dan Afghanistan, para tawanan dipindah-pindahkan secara rahasia dari satu kamp-kamp lain di berbagai negara, setelah diinterogasi oleh CIA. CIA meminta negara yang menjadi partnernya, yang memiliki catatan hak asasi manusia buruk untuk diam-diam menahan dan menginterogasi tahanan-tahanan bersangkutan.

Dari fakta-fakta yang berhasil diungkap tim investigasi PBB, sejumlah negara terlibat dalam pengoperasian kamp-kamp penjara rahasia dan praktek-praktek tak manusiawi yang diberlakukan di kamp-kamp tersebut, dan biang kerok dari semua pelanggaran serta teror itu adalah AS lewat badan intelejennya CIA. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang