Tertangkapnya Mullah Baradar Tak Mempengaruhi Taliban
Tertangkapnya Mullah Abdul Ghani Baradar, di Karachi (Pakistan) oleh operasi gabungan aparat intelijen Pakistan dan AS, tidak mempunyai pengaruh terhadap perang di Afghanistan. Taliban tidak akan terpengaruh dengan panangkapan itu.
Menurut seorang pejabat senior militer AS di Afghanistan, peristiwa tertangkapnya Mullah Baradar, yang diyakini sebagai orang kedua sesudah Mullah Omar, pemimpin Taliban, tak akan mempengaruhi perang di Afghanistan. Peristiwa tertangkapnya Mullah Baradar itu, sebagai peristiwa terpisah, dan perang di Marjah sebagai peritiwa tersendiri, yang banyak ditentukan para panglima Taliban di wilayah Marjah.
Selama itu diyakini Mullah Baradar sebagai orang kedua di jajaran kepemimpin Taliban, sebagai pemimpin yang menggerakan perlawanan terhadap militer AS, yang ada disepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan. Apakah dengan tertangkapnya Mullah Baradar, kemungkinan akan tertangkapnya pula Mullah Omar yang menjadi memimpin Taliban? Setidaknya ini menjadi target AS, karena sudah menjadi sumpah Obama, yang berjanji akan menuntaskan Taliban, yang pendudung Al-Qaidah, di akhir tahun 2010 ini.
Tertangkapnya Mullah Baradar ini dianggap sebagai sukses besar AS dalam perang melawan Taliban. Berkat kerjasama intelijen Pakistan (ISI), yang mendukung CIA, yang ingin membersihkan tokoh-tokoh Taliban dan 'Al-Qaidah di Pakistan. Militer Pakistan yang sudah 'menjual' Taliban kepada Barat (AS) itu, sekarang berusaha untuk terus memburu tokoh-tokoh Taliban sebagai 'upeti' kepada Obama dengan ditukar bantuan bagi kepentingan militer Pakistan. AS sudah menjanjikan bantuannya kepada Pakistan senilai 3 miliar dolar dalam rangka membasmi Taliban dan Al-Qaidah.
Di Gedung Putih Presiden Barack Obama mengumpulkan para pejabat di bidang keamanan yang tergabung dalam National Security Council (NSC), yang beranggotakan Wapres Joe Biden, Menlu Hallary Clinton, Menhan Robert Gate, Utusan Khusus AS untuk Pakistan dan Afghanistan Richard Holbrooke, Kepala Staf Gabungan Laksamana Mike Mullen, Direktur Keamanan Nasional dan Intelijen Dennis Blair, dan Direktur CIA Leon Panetta. Mereka membahas situasi di Pakistan dan Afghanistan, pasca tertangkap orang nomor dua di puncak pimpinan Taliban, Mullah Baradar.
Perang yang sekarang berlangsung di Pakistan dan Afghanistan sangat berbahaya bagi situasi keamanan yang berimplikasi terhadap keamanan secara global. Langkah offensive militer ke Selatan Afghanistan, di Propinsi Helmand, yang dinilai sebagai pusat perjuangan Taliban itu, merupakan langkah yang paling menentukan. Sukses tidaknya offensive militer ini, tentu akan menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya atas kebijakan AS di kawasan itu.
AS sengaja memblow up tertangkapnya Mullah Baradar oleh intelijen Pakistan dan AS, yang tujuannya untuk melemahkan gerakan militer Taliban, yang sekarang sedang menghadapi offensive militer gabungan pasukan Nato,yang didukung militer Afghanistan. Tapi, isu tertangkapnya Mullah Baradar ini tak akan mempengaruhi Taliban. Mereka memiliki orang-orang yang sanggup menjadi 'pemimpin' baru, yang tak kalah hebatnya dibanding mereka yang sudah ditangkap itu.
Permainan antara intelijen Pakistan (ISI) dan CIA di Pakistan yang bertujuan melemahkan perjuangan Taliban menurut, seorang pengamat militer di Pakistan, itu hanyalah impian belaka. Karena militer Pakistan juga membutuhkan mereka untuk menghadapi India,yang menjadi rival politik, dan menjadi ancaman Pakistan, yang lebih serius dibandingkan oleh Taliban. (m/cnn)
Lainnya (Arsip)
- Akan Dibangun, Pusat Industri Produk Halal Pertama di Eropa
Kamis, 18/02/2010 10:34 WIB - Mengancam Persatuan Nasional, Misionaris AS Ditolak Masuk ke Mesir
Kamis, 18/02/2010 10:19 WIB - Warganya Dituduh Bunuh Mabhuh, Inggris Panggil Dubes Israel
Kamis, 18/02/2010 09:29 WIB - Terungkap Transaksi Bisnis Jutaan Dolar Iran-Israel
Kamis, 18/02/2010 09:02 WIB - PM Mesir: Cadar Merupakan Persoalan Kebebasan Pribadi
Kamis, 18/02/2010 08:22 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




