Tidak Cukup Dana, Muslim Denmark Gagal Bangun Masjid

Rabu, 30/12/2009 12:22 WIB | Arsip | Cetak

Kala syaikh-syaikh di negara-negara Arab hidup dalam bergelimangan uang dan dengan mudah menghamburkan-hamburkan kekayaan mereka hanya untuk memenuhi syahwatnya seperti membeli klub sepakbola, membeli pesawat pribadi super mewah dan lain sebagainya - namun hal ini kontradiksi dengan kondisi bagi umat Islam Denmark, untuk membangun sebuah masjid pun mereka tidak memiliki cukup uang.

Dari laporan yang didapat ternyata Muslim di Denmark tidak mempunyai uang yang cukup, untuk membangun masjid pertama mereka di negara itu, meskipun telah berlalu 3 tahun semenjak izin pembangunan masjid di ibukota Denmark Kopenhagen diberikan.

Abdul Hamid Hamdi, Presiden Dewan Muslim Denmark mengatakan: "Sejak kami mendapatkan izin untuk membangun masjid pertama bagi Muslim Sunni di Denmark pada tahun 2006, namun sampai saat ini kami tidak dapat membeli sebidang tanah yang akan dibangun sebuah masjid di kota Kopenhagen, karena keterbatasan dana yang kami miliki."

Hamdi menyatakan terkejut dengan "simpati yang besar dari dunia Islam selama krisis kartun Nabi saw yang terjadi di Denmark, tapi kemudian dunia Islam gagal untuk mendukung pembangunan masjid pertama bagi kaum muslimin yang telah diizinkan di Denmark," ia kemudian menambahkan: "hal ini menjadi tantangan bagi umat Islam, dunia memandang kita sekarang, setelah melempar bola kasus kartun Denmark di pengadilan, seharusnya muslim dunia tidak mempunyai hambatan hanya untuk membiayai pembelian tanah dan pembangunan masjid itu."

Ketua Dewan Islam kotamadya Kopenhagen telah mengajukan kepada Dewan Muslim, bahwa terdapat 12 lokasi tanah di ibukota yang dapat dibangun masjid dan akhirnya dipilih dua lokasi yang paling strategis dan yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal minoritas Muslim di Kopenhagen."

Tanah yang didapat telah dinegosiasikan dengan luas sekitar 5 ribu meter persegi, dengan harga sekitar 5 juta dolar, sedangkan untuk biaya membangun fasilitas Islamic Center sekitar dibutuhkan biaya sekitar 10 juta dolar.

Hamdi menambahkan: "Kami melakukan tur ke negara-negara Teluk dan kami bertemu dengan para pejabat dan para donatur yang berjanji akan membantu namun sampai sejauh ini tidak ada satupun yang terealisasi."

Saat ini, umat Islam Denmark yang melaksanakan sholat, berjumlah sekitar 200 ribu orang dari 5 juta penduduk - mereka melaksanakan ibadah sholat di dalam apartemen atau ruang-ruang kosong terbuka.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner


Badan Wakaf Al-Quran


Aksi Cepat Tanggap


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang