Tiga Ledakan Bom Mengiringi Eksekusi "Chemical Ali"

Selasa, 26/01/2010 12:30 WIB | Arsip | Cetak

Tiga ledakan bom di tiga tempat berbeda di kota Baghdad, mengiringi proses hukuman mati terhadap Ali Hassan Al Majid di tiang gantungan, Senin (25/1). Sementara, warga Kurdi di Irak mengungkapkan kegembiraannya atas eksekusi terhadap sepupu mantan penguasa Irak Saddam Hussein yang oleh media Barat dijuluki "Chemical Ali" itu.

Hidup Al-Majid, 68 tahun berakhir di tiang gantungan setelah pengadilan Irak menjatuhkan vonis hukuman mati pekan kemarin. Ia didakwa bertanggungjawab atas insiden pembantaian dengan menggunakan gas beracun, di kota Halabja tahun 1988 yang menyebabkan sekitar 5.000 orang, mayoritas warga Kurdi Irak tewas.

Satu-satunya publikasi atas proses hukuman mati orang kepercayaan Saddan Hussein itu adalah dua foto yang ditayangkan secara singkat oleh stasiun televisi nasional Irak. Satu buah foto menampakkan Al-Majid yang mengenakan seragam tahanan berwarna merah dan satu foto lagi menampakkan sosok-diklaim sebagai Al-Majid-yang bagian kepalanya di tutup kain hitam berdiri di dekat tiang gantungan. Jubir pemerintah Irak, Ali Dabagh hanya mengumumkan kematian Al-Majid tanpa memberikan keterangan detil tentang proses eksekusi.

Beberapa saat sebelum Dabagh mengumumkan kematian Al-Majid, tiga insiden ledakan bom terjadi di dekat Hotel Sheraton, Hotel Babil dan Hotel Palestine di kota Baghdad. Ledakan itu menewaskan 37 orang dan melukai 71 orang. Tiga serangan bom itu memicu spekulasi balas dendam atas eksekusi Al-Majid.

Ali Dabagh menuding kelompok-kelompok yang setia pada Saddam Hussein berada dibalik insiden ledakan bom itu. Namun penasehat dewan kabinet Irak, Saad Al-Mutalabi mencurigai kelompok Al-Qaida sebagai dalang serangan itu.

Reaksi Warga Kurdi

Sementara itu, sebagian besar warga Kurdi Irak mengungkapkan kegembiraannya atas eksekusi Al-Majid. "Saya mendengar berita eksekusi para kriminal yang tangannya berlumuran darag warga tak berdosa. Inilah hari yang membahagiakan bagi warga Kurdi," kata Saman Faruq, warga Kurdi Irak.

"Sebagai orang Kurdi, saya senang atas keputusan eksekusi itu. Saya harap eksekusi itu bisa menjadi acuan bahwa peristiwa Halabja adalah peristiwa genosida," ujar Behnam Karim, warga Kurdi lainnya.

"Saya ingin mencium tali gantungan yang digunakan untuk mengeksekusi Al-Majid," tukas seorang warga Kurdi yang delapan anggota keluarganya menjadi korban pembantaian tahun 1988. (ln/prtv/aljz/yn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang