Timur Tengah 2030

Jika Barack Obama berhasil menegosiasikan perdamaian Timur Tengah, seperti apa rupa kawasan ini 20 tahun mendatang?
Bagaimana jika Obama berhasil mendamaikan Arab dan Israel? Akan sangat mudah melihatnya gagal—namun kemungkinan berhasilnya Obama menjembatani antara AS dan Muslim juga mungkin bisa menjadi sebuah perhitungan tersendiri, setidaknya dari kover luarnya. Jika hal itu terjadi maka, ada beberapa hal yang mungkin bisa diuraikan selama 20 tahun ke depan
Pertama, Islam akan dihentikan sebagai isyu besar pengahalang ideologi Barat. Tapi kondisinya masih tetap tak stabil, dan Islam akan menjadi alat yang ampuh untuk memobilisasi orang menentang tirani dan korupsi.
Kedua, nasionalisme Arab akan terkubur setelah satu dekade penuh kegagalan, dan identitas non-Arab akan muncul. Arabisme telah menguasai perjuangan kebebasan dari penjajahan dan Israel, sampai tahun 1980an, perspektif Islam lah yang kemudian muncul. Tapi hal ini telah dihalangi sebagai agama sesungguhnya, dan malah dianggap sebagai pembeda Timur Tengah. Di masa depan, Arabisme akan semakin ditolak, namun para elit di setiap Negara Arab akan berubah menjadi semakin kosmopolitan, sedangkan identitas minor dan lokal akan semakin menguat.
Ketiga, demokrasi berkembang luas namun sangat lambat dan tak bisa diperhitungkan. Tanpa adanya konflik Arab-Israel, para otokrat (penguasa dan pengusaha) akan kesulitan dalam menemukan alasan mereka melindungi rakyatnya. Para penguasa di Mesir, Arab Saudi, Tunisia, dan Algeria tak akan mau lagi mendukung AS. Namun, harga minyak akan membuat banyak negara senang. Tak ada pajak, dan intelijen serta militer akan menguasai pemerintahan dan menikmati kekuasaan dan kekayaan.
Keempat, ekonomi Timur Tengah akan meledak. Tiga dari potensi dinamis dalam ekonomi di wilayah ini sudah sekarat karena perang yaitu: Iran, Iraq, dan Israel. Ketiganya mempunyai infrastruktur yang lengkap, dan itu akan menarik para investor untuk menanam modalnya di
ketiga Negara itu. Namun krisis air mungkin akan terjadi sangat parah.
Keempat kemungkinan itu hanya perkiraan kasar yang dikembangkan dari analisis yang ada dan terjadi sekarang ini. Bukan sebuah ramalan, hanya sebagai prediksi yang kehadirannya menjadi salah satu hal yang patut kita cermati dalam waktu mendatang. (sa/ikhwanweb)
Lainnya (Arsip)
- Klub-klub Malam Menjamur di Baghdad
Kamis, 16/07/2009 12:38 WIB - Muslimah Norwegia: Mesir Negeri Muslim yang 'Aneh'
Kamis, 16/07/2009 12:33 WIB - Penggiat Hak-Hak Asasi Manusia Chechnya Tewas
Kamis, 16/07/2009 12:20 WIB - Giliran Pabrik Pesawat AS PHK Ribuan Karyawannya
Kamis, 16/07/2009 11:48 WIB - Pesawat Caspian Airlines Meledak Sebelum Jatuh, 168 Penumpangnya Tewas
Kamis, 16/07/2009 11:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




