Uni Eropa Mengkritik Militer Turki

Setelah suara kritikan dari dalam negeri kian ramai dan mencuat atas operlaping dan terlalu jauhnya campur tangan militer Turki di kancah perpolitikan negeri itu, kali ini kritikan serupa juga datang dari Dewan Uni Eropa.
Pihak Uni Eropa menilai, militer Turki tak seharusnya ikut campur tangan lebih jauh dan operlaping di masalah pemerintahan dan perpolitikan, demi mendorongnya proses demokratisasi dan keterbukaan di Turki, yang juga menjadi pra-syarat keanggotaan negara-negara Uni Eropa.
Negara-negara Uni Eropa menghendaki sesama anggotanya, dan juga calon anggotanya, untuk bisa menjadi negara perocontohan, utamanya dalam keterbukaan, demokrasi, persamaan hak, tidak adanya diktatorisme dan monopoli kekuasaan, terjaminnya standar hidup rakyat, tingginya jaminan HAM, dan lain-lain.
Sebagaimana diketahui, militer Turki selalu ingin menampakkan eksistensi dan pengaruhnya di kancah perpolitikan dalam negeri, guna mempertahankan prinsip sekulerisme negeri Turki modern yang dibangun sejak masa Mustava Kemal Ataturk.
Militer Turki adalah benteng terkukuh sekulerisme Turki, dan atas dasar inilah beberapa kali militer Turki memperlihatkan superioritasnya atas pihak pemerintahan (parlemen, perdana menteri, dan presiden). Jika ada dari unsur pemerintahan didapati "membangkang" dan "mendurhakai" prinsip-prinsip sekulerisme, maka pihak militer tak akan segan-segan untuk menggulinggannya.
Untunglah, semenjak tampuk pemerintahan Turki dipimpin oleh AKP di bawah pimpinan PM Recep Tayyep Erdogan dan Presiden Abdullah Gul, "tingkah pecicilan" militer Turki sedikit demi sedikit dapat dikikis.
Pemerintahan Erdogan bahkan kian mampu mempersempit operlaping militer pasca terkuaknya skandal gerakan mafia Ergenekon yang digawangi oleh beberapa orang jendral militer dan berencana membunuh dan menggulingkan orang-orang pemerintahan. (L2/db)
Lainnya (Arsip)
- Kalau Tidak Curang, Biarkan Kami Tampil di Televisi, Iran!
Selasa, 13/10/2009 06:39 WIB - Deplu Israel Rapat Darurat Bahas Sikap Turki
Senin, 12/10/2009 17:17 WIB - Pasukan AS Makin Banyak, Tapi Gagal Mengalahkan Taliban
Senin, 12/10/2009 15:13 WIB - Zionis: Perang Melawan Kebangkitan Khilafah Islam Dimulai di Kaukasus
Senin, 12/10/2009 14:28 WIB - Italia Perang Terhadap Perempuan Muslimah
Senin, 12/10/2009 14:24 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




