Tokoh Evangelis AS Usulkan Koalisi Muslim-Kristen
.jpg)
Tokoh Kristen Evangelis di AS, Pastor Rick Warren mengajak umat Kristen dan Muslim untuk bekerjasama melawan prasangka dan sikap saling curiga. Ia mengatakan, Kristen dan Islam adalah "dua agama terbesar di planet ini" dan para penganutnya harus mulai melakukan sesuatu untuk bersama-sama memecahkan persoalan global, mengembangkan sikap saling menghormati dan menciptakan perdamaian.
"Bicara saja memang mudah. Saya tidak berminat dengan dialog antar agama, saya hanya berminat dengan kerjasama antar umat beragama. Sudah saatnya kita melakukan sesuatu, sudah saatnya kita saling menghormati," kata Warren dalam pidatonya dalam konvensi tahunan organisasi Islamic Society of North American (ISNA) di Washington DC.
Warren datang ke acara itu sebagai undangan dan ia menyatakan siap menerima kritik dari kalangan agamanya sendiri karena telah menghadiri acara tahunan organisasi Muslim Amerika Utara itu. ISNA menghadirkan sekitar 300 tokoh yang akan memberikan ceramah yang terkait dengan berbagai isu yang menyangkut kehidupan komunitas Muslim di Amerika dan dunia, mulai dari masalah spiritual, ekonomi pembangunan, masalah keluarga dan perbankan.
Dalam pidatonya, Warren mengatakan umat Kristiani dan Muslim sering menjadi korban stereotipe. Oleh sebab itu, umat Kristiani dan Muslim harus berkoalisi untuk melawan stereotipe itu. dan bekerja sama memecahkan "lima persoalan global" yang mendesak seperti masalah kemiskinan, korupsi, wabah penyakit dan buta aksara dan perdamaian.
Namun Warren tidak menyinggung sikap anti-Muslim dan Islamofobia di AS yang kerap menyulitkan komunitas Muslim, terutama setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Komunitas Muslim mengalami diskriminasi dan menjadi korban stereotipe baik dari sisi identitas mereka sebagai Muslim maupun terhadap agama Islam yang mereka anut.
Survei yang pernah dilakukan Pew Research Center for the People dan Press and the Pew Forum on Religion and Public Life menemukan fakta bahwa media massa telah memainkan peran yang besar dalam memicu sikap negatif masyarakat AS terhadap Islam dan Muslim.
Union for Reform Judaism (URJ), sebuah gerakan Yahudi terbesar di AS bahkan ikut mengecam media massa dan para politisi AS yang dianggap telah mendemonisasi Islam dan menampilkan wajah Islam sebagai "figur setan". Warren tidak menampik hal itu. Ia mengakui bahwa media berperan dalam menimbulkan sikap kebencian terhadap Islam dan Muslim untuk menimbulkan konflik.
"Cara paling cepat untuk menaikkan rating di televisi adalah dengan menciptakan konflik," ujar Warren memberi permisalan. "Saya mencintai tetangga-tetangga saya yang Muslim dan saya mengasihi Anda semua," tukas Warren menutup pidatonya di hadapan hadirin peserta konvensi ISNA. (ln/iol/aby)
Lainnya (Arsip)
- Saudi Membuka Wilayahnya untuk Pesawat Militer Israel
Senin, 06/07/2009 08:20 WIB - Muslim Rumania Manfaatkan TV sebagai Sarana Dakwah
Minggu, 05/07/2009 10:48 WIB - Program Acara TV Turki : Jadikan Pemeluk Atheis Percaya Agama dan Tuhan
Minggu, 05/07/2009 09:36 WIB - Pengadilan Serbia Vonis 11 Jihadis Dengan Hukuman Penjara
Minggu, 05/07/2009 08:55 WIB - Kronologi Lengkap Penangkapan dan Penganiayaan 4 Mahasiswa Indonesia di Mesir
Sabtu, 04/07/2009 20:43 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




