Tokoh Islamis Mauritania Dicalonkan Sebagai Presiden

Senin, 15/06/2009 15:33 WIB | Arsip | Cetak

National Rally for Reform and Development (RNRD), satu-satunya partai Islam yang ikut serta dalam pemilu di Mauritania menyatakan akan mengajukan calon presiden sendiri, ketimbang mendukung calin tunggal yang diusung oleh Anti-Coup Front.

Jubir RNRD, Ahmed Ould Wedia mengatakan, partainya akan mencalonkan Mohammed Jemil Ould Mansour sebagai kandidat presiden dalam pemilu yang akan digelar bulan Juli mendatang, yang merupakan pemilu pertama di Mauritania sejak kudeta yang dilakukan militer tahun 2008 lalu.

"Mayoritas anggota dewan RNRD memilih opsi untuk mencalonkannya sebagai presiden, dan terus melakukan kordinasi dengan kekuatan-kekuatan di dalam negeri yang menginginkan adanya perubahan di Mauritania," kata Wedia.

Jemil Ould Mansour, 45, yang saat ini masih menjadi anggota legislatif, akan menjadi tokoh dari partai Islam pertama yang dicalonkan menjadi presiden sejak RNRD berdiri tahun 2007. Mansour dikenal sebagai tokoh yang mengecam keras kudeta militer yang terjadi bulan Agustus 2008 lalu. Dalam setiap pernyataannya, ia selalu menyerukan sikap toleransi, mempromosikan Islam yang demokratis dan moderat serta menolak segala bentuk kekerasan.

Mansour pernah memimpin Organisasi Mahasiswa Islam, organisasi yang kemudian dilarang pemerintah Mauritania. Sebagai aktivis Islam, ia beberapa kali masuk penjara saat Mauritania dibawah rezim Maaouiya Ould Taya yang memerintah antara tahun 1984-2005.

Mauritania, negara yang berada di wilayah barat lau benua Afrika ini tak pernah henti dari gejolak politik di dalam negeri. Bulan Agustus 2008, militer mengkudeta pemerintahan presiden terpilih Sidi Ould Cheikh Abdallahi. Jenderal Mohamed Ould Abdel Aziz yang memimpin kudeta, mengundurkan diri dari posisinya sebagai pemimpin junta militer pada bulan April untuk ikut mencalonkan diri dalam pemilu presiden yang awalnya akan digelar tanggal 6 Juni lalu.

Pemerintah menyepakati pengunduran pelaksanaan pemilu sampai 18 Juli, setelah melakukan pembicaraan dengan kelompok-kelompok oposisi yang mengancam akan memboikot pemilu. (ln/YN/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang