Tolak Jabat Tangan Dengan Perempuan, Pria Maroko Ditolak Jadi Warga Prancis

Seorang laki-laki Maroko yang menolak untuk berjabat tangan dengan seorang pejabat perempuan Prancis dan istrinya yang memakai cadar telah ditolak kewarganegaraan Prancisnya, kata kementerian imigrasi Prancis Jumat kemarin (9/8).
Pria, yang telah tinggal di Perancis sejak tahun 1999 dan menikah dengan seorang wanita Prancis pada tahun 2004, gagal untuk "berasimilasi ke dalam masyarakat Perancis" dan dirinya juga dianggap menunjukkan sikap diskriminatif terhadap perempuan," kata kementerian imigrasi.
"Dia menolak untuk menjabat tangan seorang pejabat perempuan yang dia temui di prefektur negara karena itu menurutnya bertentangan dengan ajaran agama nya," kata pernyataan kementrian.
Istri pria Maroko itu juga mengenakan cadar dan hanya mau mengungkap dirinya di sebuah ruangan di mana tidak ada laki-laki yang bukan mahram hadir, pernyataan itu menambahkan.
Keputusan itu diumumkan beberapa hari sebelum Majelis Nasional untuk memilih undang-undang melarang cadar sebagai bagian dari apa yang pemerintah Prancis gambarkan sebagai upaya untuk menegaskan nilai-nilai Prancis. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Badan di PBB Sebut Tembok Apartheid Israel Ilegal
Sabtu, 10/07/2010 07:23 WIB - Bouyeri: Saya Tidak Menyesal Bunuh Penghina Islam Theo Van Gogh
Jumat, 09/07/2010 15:57 WIB - Amerika Mengusir 10 Agen Rusia
Jumat, 09/07/2010 15:56 WIB - Jenderal Doyan Membunuh Akan Gantikan Posisi Petraeus?
Jumat, 09/07/2010 14:28 WIB - Menlu Turki: Kami Berhak Lakukan Apapun Untuk Lindungi Warga Kami
Jumat, 09/07/2010 14:08 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




