Tragedi Hamid Al-Daradji, Penerjemah Amerika yang Dibunuh Anaknya Sendiri

Senin, 21/06/2010 15:33 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah tembakan menggema di sebuah hari Jumat pekan lalu. Saat itu, Hameed Al Daradji, 50 tahun, sedang tidur nyenyak. Tanpa dinyana, ia diberondong peluru panas oleh anaknya sendiri.

Itu karena, menurut polisi Iraq, ini terjadi karena Hameed menolak berhenti menjadi penerjemah AS untuk Iraq, selama tujuh tahun sejak invasi Amerika yang menggulingkan Saddam Hussein pada tahun 2003. Dia ditembak di dada sekitar pukul 3:00 pagi saat tidur di rumahnya di Samarra, sebelah utara Baghdad.

Pihak berwenang Iraq langsung menangkap anak Hameed dan sepupunya. Abdul-Halim Hameed, 30 tahun, tampaknya sangat kesal dan malu kepada ayahnya yang terus bekerja untuk pasukan asing. Abdul-Halim Hameed langsung dicap sebagai ekstremis.

Agaknya tragedi serangan Samarra ini mulai menebarkan kekhawatiran terhadap warga Iraq yang bekerja untuk Amerika, apalagi Amerika direncanakan akan benar-benar meninggalkan Iraq pada tahun depan, jika jadi.

Beberapa kelompok garis keras di Iraq dikabarkan sudah menargetkan mereka yang disebut sebagai pengkhianat. Beberapa kolaborator pasukan asing memang diduga telah dibunuh oleh sanak saudara mereka sendiri dalam beberapa tahun terakhir untuk menghapus nama keluarga.

Samarra, terletak di utara jantung Baghdad, telah menjadi salah satu daerah yang paling sulit untuk dikendalikan sejak invasi Amerika. Ini adalah lokasi pemboman Februari 2006 yang menghancurkan sebuah masjid Syi'ah berkubah emas, dan memicu gelombang kekerasan sektarian balasan yang mendorong negara itu ke ambang perang saudara. (sa/qmh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang