Credit Suisse Group (CSG), salah satu jaringan bank terbesar di Swiss diwajibkan membayar denda oleh otoritas hukum AS sebesar 536 juta dollar.
Bank itu dinyatakan bersalah karena diam-diam telah melakukan transaksi dengan bank-bank Iran. Oleh otoritas hukum AS, tindakan itu dianggap melanggar aturan sanksi yang dikenakan AS terhadap Iran.
Jaksa penuntut di AS menyatakan CSG telah melakukan ribuan tranksaksi yang oleh AS dianggao ilegal dengan klien-kliennya di Iran dan negara lain yang oleh AS sedang dikenakan sanksi ekonomi, seperti negara Libya, Sudah dan Myanmar.
Denda yang dikenakan terhadap CSG merupakan denda terbesar yang pernah dikenakan oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC) departemen keuangan AS.
Jaksa Agung AS, Eric Holder bahkan menyebut pelanggaran yang dilakukan CSG dalam kasus ini merupakan tindak kriminal yang luar biasa.
Menurut para penyelidik di OFAC, CSG menggunakan prosedur yang rumit dengan mengubah pembayaran untuk menyembunyikan kemana pembayaran itu ditujukan, termasuk menutupi nama-nama pihak yang terkena sanksi dari instruksi pembayaran.
"Transaksi-transaksi yang nilainya besar kebanyakan melibatkan klien CSG di Iran dan ada juga transaksi ke Sudan, Libya, Birma, Kuba dan transaksi dengan mantan rejim Liberia, Charles Taylor. Transaksi-transaksi tersebut merupakan pelanggaran terhadap aturan sanksi AS," demikian pernyataan departemen keuangan AS.
Otoritas hukum AS mengatakan, CSG sudah bersikap kooperatif dengan para penyelidik AS sehingga tidak dikenakan denda yang lebih besar. (ln/aljz)
Agus Setiawan : Treasury Syariah Perlu Komitmen!
Masih kurangnya perhatian perbankan syariah mengenai masalah Treasury (asset and liability management) membuat Agus Setiawan selaku candidate CIBF (Certified Islamic Banking a...
Owner Manet: Bank Syariah Harus Bangun Relationship
Bank syariah rupanya masih dipandang belum sesempurna bank konvensional di kalangan pebisnis. Mereka sudah merasa aman dengan ‘hanya’ menitipkan dana pribadi ke ba...
iB Raih ?The New Wave Currency? Marketeers Award 2010 di IIMS
Perbankan Syariah Bank Indonesia memperoleh penghargaan sebagai The New Wave Currency oleh MarkPlus, Inc bekerja sama dengan Marketeers pada pameran Indonesia International ...
Bank Muamalat Indonesia Selesai Right Issue, Saatnya Tingkatkan Asset
Right Issue Bank Muamalat Indonesia (BMI) telah selesai dilaksanakan dengan total capaian Rp673 milYar. Komposisi pemegang Saham yang berhasil dilakukan adalah IDB 32%, SETCO ...
Saya ingin mengasuh bayi saya sendiri tanpa harus ada campur tangan mertua, terlebih lagi mertua saya terlalu memanjakan bayi saya, keluar areal rumah ndak dikasi, bahkan hanya untuk berkunjung ke tetangga ndak boleh.
Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."
Apa itu UK ? United Kingdom ? Bukan ! Di ACT, UK jadi akronim dari Universitas Kerelawanan. UK adalah salah satu program ACT untuk membina dan mengorganisir masyarakat relawan di seluruh Indonesia.