Stasiun TV Akhirnya Sensor Adegan Kekejaman Tentara Israel di Serial TV Turki

Stasiun televisi publik Turki TRT telah menghilangkan beberapa adegan kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap Palestina dari serial TV Turki "Separation" - yang menyebabkan pertikaian diplomatik dengan Israel, kata produser serial tersebut seperti dikutip media pada Kamis kemarin.
Sebuah adegan dalam salah satu serial tersebut memperlihatkan tentara Israel menembak deretan warga Palestina yang matanya ditutup telah dipotong dari episode kedua dari serial TV itu, yang akan disiarkan pada hari Selasa depan, kata Selcuk Cobanoglu yang merupakan produser serial TV itu kepada harian Milliyet.
Hubungan Turki dengan Israel menjadi tegang setelah agresi ofensif Israel selama tiga minggu di Jalur Gaza pada bulan Desember dan Januari yang menewaskan hampir 1.500 warga Palestina, dan sepertiga dari mereka adalah anak-anak.
Cobanoglu menolak tuduhan bahwa program ini menghasut kebencian terhadap Israel, dan ia mengatakan bahwa tema utama dari serial TV ini adalah tentang cinta dan hal ini akan menjadi lebih jelas di episode mendatang."
TRT telah mensponsori 13-episode dari serial TV tersebut dengan motto "7 negara, 7 headliner".
Serial TV ini diyakini tidak akan menghilangkan kompleks suci Al-Aqsha yang menjadi simbol kemanusiaan dan kedamaian bagi kedua masyarakat Palestina dan Israel tanpa adanya diskriminasi Yahudi terhadap umat Islam.
Episode pertama, berjudul "Palestina in Love and War", menampilkan kiblat pertama umat Islam yaitu masjid Al-Aqsha dan tempat paling penting yang diyakini orang Yahudi yaitu Tembok Ratapan.
Episode lain "Separation" akan menampilkan Armenia, Chechnya, Iran, Uzbekistan, Azerbaijan dan Turkmenistan di samping Turki sendiri.
Pejabat TRT tidak tersedia untuk dimintai komentar terkait adanya pemotongan beberapa adegan pada episode berikutnya dari serial TV ini.
Serial TV - "Separation: Palestina In Love dan In War" - telah tayang pada 13 Oktober yang lalu.
Episode pertama menggambarkan pasukan Israel menembak Warga Palestina tak berdosa, menghina dan mengejek mereka.
Diperlihatkan tentara Israel membunuh seorang bayi yang baru lahir, seorang gadis kecil dan seorang pria tua dalam perjalanan mereka untuk beribadah haji ke Mekkah.
Para pengamat mengatakan serial ini diilhami oleh kejadian dan tindakan yang nyata yang dilakukan oleh tentara Israel.
Turki telah mengatakan hubungan bilateral akan terus 'panas' kecuali jika Israel mengakhiri tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina.(fq/wb)
Lainnya (Arsip)
- Salem dan Sara Berjuang dari Kekurangan Tubuh Mereka
Jumat, 23/10/2009 09:17 WIB - Taliban: Ini Belum Seberapa!
Jumat, 23/10/2009 08:05 WIB - Misteri di Balik Pertemuan Rahasia Israel dan Iran
Kamis, 22/10/2009 21:23 WIB - Australia: Bye, Bye, Afghanistan!
Kamis, 22/10/2009 17:27 WIB - Rencana Israel Melahap Dunia: Setelah Palestina, Ke Hongaria
Kamis, 22/10/2009 17:27 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




