Stasiun TV Akhirnya Sensor Adegan Kekejaman Tentara Israel di Serial TV Turki

Jumat, 23/10/2009 09:46 WIB | Arsip | Cetak

Stasiun televisi publik Turki TRT telah menghilangkan beberapa adegan kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap Palestina dari serial TV Turki "Separation" - yang menyebabkan pertikaian diplomatik dengan Israel, kata produser serial tersebut seperti dikutip media pada Kamis kemarin.

Sebuah adegan dalam salah satu serial tersebut memperlihatkan tentara Israel menembak deretan warga Palestina yang matanya ditutup telah dipotong dari episode kedua dari serial TV itu, yang akan disiarkan pada hari Selasa depan, kata Selcuk Cobanoglu yang merupakan produser serial TV itu kepada harian Milliyet.

Hubungan Turki dengan Israel menjadi tegang setelah agresi ofensif Israel selama tiga minggu di Jalur Gaza pada bulan Desember dan Januari yang menewaskan hampir 1.500 warga Palestina, dan sepertiga dari mereka adalah anak-anak.

Cobanoglu menolak tuduhan bahwa program ini menghasut kebencian terhadap Israel, dan ia mengatakan bahwa tema utama dari serial TV ini adalah tentang cinta dan hal ini akan menjadi lebih jelas di episode mendatang."

TRT telah mensponsori 13-episode dari serial TV tersebut dengan motto "7 negara, 7 headliner".

Serial TV ini diyakini tidak akan menghilangkan kompleks suci Al-Aqsha yang menjadi simbol kemanusiaan dan kedamaian bagi kedua masyarakat Palestina dan Israel tanpa adanya diskriminasi Yahudi terhadap umat Islam.

Episode pertama, berjudul "Palestina in Love and War", menampilkan kiblat pertama umat Islam yaitu masjid Al-Aqsha dan tempat paling penting yang diyakini orang Yahudi yaitu Tembok Ratapan.

Episode lain "Separation" akan menampilkan Armenia, Chechnya, Iran, Uzbekistan, Azerbaijan dan Turkmenistan di samping Turki sendiri.

Pejabat TRT tidak tersedia untuk dimintai komentar terkait adanya pemotongan beberapa adegan pada episode berikutnya dari serial TV ini.

Serial TV - "Separation: Palestina In Love dan In War" - telah tayang pada 13 Oktober yang lalu.

Episode pertama menggambarkan pasukan Israel menembak Warga Palestina tak berdosa, menghina dan mengejek mereka.

Diperlihatkan tentara Israel membunuh seorang bayi yang baru lahir, seorang gadis kecil dan seorang pria tua dalam perjalanan mereka untuk beribadah haji ke Mekkah.

Para pengamat mengatakan serial ini diilhami oleh kejadian dan tindakan yang nyata yang dilakukan oleh tentara Israel.

Turki telah mengatakan hubungan bilateral akan terus 'panas' kecuali jika Israel mengakhiri tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza dan menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina.(fq/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang